KPK telah meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencegah Ketum Hipmi sekaligus Bendum PBNU Mardani Maming ke luar negeri terkait kasus dugaan suap.
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengirimkan surat kepada Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencegah Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sekaligus Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Mardani H Maming ke luar negeri.
Achmad menjelaskan, pencegahan ke luar negeri terhadap Mardani Maming berlaku selama enam bulan. Dengan demikian, Mardani Maming setidaknya tidak dapat pelesiran ke luar negeri hingga Desember 2022.BACA JUGADiperiksa KPK, Ketum Hipmi Mardani Maming Seret Nama Haji Isam Diketahui, Mardani Maming pernah diperiksa tim penyelidik selama sekitar 12 jam pada Kamis . Pemeriksaan tersebut terkait kasus baru yang sedang ditangani KPK. Diduga kasus tersebut terkait dengan izin usaha pertambangan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
2 Bobotoh Tewas, IPW Desak Polda Jabar Panggil dan Periksa Ketum PSSIIPW mendesak Polda Jabar untuk memanggil ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, dan juga ketua OC Piala Presiden 2022, Akhmad Hadian Lukita atas tewasnya 2 Bobotoh.
Baca lebih lajut »
NasDem Memandang Manuver Politik Ketum Parpol: Bukti Elite Parpol Fine-Fine Saja | merdeka.comWakil ketua Baleg DPR RI ini bilang, bakal ada saatnya pertemuan NasDem dengan PKB.
Baca lebih lajut »
KPK Bekali Penguatan Integritas kepada Partai GerindraKPK memberikan pembekalan antikorupsi kepada pengurus Partai Gerindra dalam program Politik Cerdas Berintegritas Terpadu 2022.
Baca lebih lajut »
ICW Dorong KPK Segera Ajukan Upaya Hukum PK Lepasnya Samin TanPutusan bebas Samin Tan ini menambah daftar panjang vonis bebas atau lepas lembaga peradilan dalam perkara korupsi.
Baca lebih lajut »
Kearifan KPK Versus Kearifan LokalPenegakan hukum tanpa mempertimbangkan aspek budaya akan menjadikan negara otoriter dan hukum menjadi tak manusiawi. Tetapi mengutamakan kebudayaan saja tidak cukup manakala orang-orang jahat tak lagi punya mata batin. Opini AdadiKompas
Baca lebih lajut »