Komnas HAM Sesalkan Kekerasan Polisi terhadap Warga Desa Wadas |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Komnas HAM Sesalkan Kekerasan Polisi terhadap Warga Desa Wadas |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 51 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 63%

Polda Jawa Tengah didesak memberikan sanksi kepada polisi yang melakukan kekerasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian kepada warga dan pendamping hukum warga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Komnas HAM meminta polisi melepas warga yang ditahan hingga saat ini.

"Komnas HAM juga menyesalkan adanya penangkapan terhadap sejumlah warga yang sampai rilis ini dikeluarkan masih ditahan di Polres Purworejo," kata Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara di Jakarta, Rabu . Baca Juga Tindakan kekerasan oleh polisi kepada warga tersebut buntut dari warga yang menolak desanya dijadikan lokasi penambangan Quarry. Pada akhirnya, terjadi kericuhan dalam proses pengukuran lahan warga untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas.

Menanggapi kondisi tersebut, Komnas HAM mengeluarkan atau menyerukan empat poin penting. Pertama, meminta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dan Badan Pertanahan Nasional , untuk menunda pengukuran lahan milik warga Desa Wadas yang sudah setuju untuk pengukuran. Kedua, Komnas HAM meminta Polda Jawa Tengah menarik aparat yang bertugas di Desa Wadas, dan melakukan evaluasi total pendekatan yang dilakukan serta memberi sanksi kepada petugas yang terbukti melakukan kekerasan kepada warga.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Solo Jadi Target 5G Telkomsel Pertama di Jawa Tengah, Ini AlasannyaSolo Jadi Target 5G Telkomsel Pertama di Jawa Tengah, Ini AlasannyaProvinsi Jawa Tengah dan sekitarnya dinilai memiliki nilai tambah dalam keunikan geografis alam serta keberagaman budaya lokal yang sangat kuat.
Baca lebih lajut »

Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Skenario yang Disiapkan Pemprov Jawa TengahLonjakan Kasus Covid-19, Ini Skenario yang Disiapkan Pemprov Jawa TengahPemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tengah mempersiapkan kemungkinan terburuk akibat lonjakan Omicron. Skenario yang disiapkan sama saat varian Delta menyerang
Baca lebih lajut »

Gus Yaqut Mengaku Siap Dukung Hendi di Jawa TengahGus Yaqut Mengaku Siap Dukung Hendi di Jawa TengahRADARSEMARANG.ID, Semarang – Di tengah berbagai berita yang mengaitkan nama Hendrar Prihadi pada sejumlah pencalonan, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas justru lebih meyakini Wali Kota Semarang tersebut akan memimpin Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu bahkan secara terang – terang mengungkap menyiapkan 300.000 anggota Banser di Jawa Tengah untuk mendukung […]
Baca lebih lajut »

Mantap, Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu Akhirnya Bisa Ditangkap Dili, Warga Asal Sragen Jawa Tengah, Bannya Berhasil DilepasMantap, Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu Akhirnya Bisa Ditangkap Dili, Warga Asal Sragen Jawa Tengah, Bannya Berhasil DilepasAdalah Dili, seorang warga asal Sragen, Jawa Tengah yang berhasil menangkap buaya berukuran 8 meter itu di Sungai Palu dengan umpan seekor ayam dan 2 utas tali
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 22:32:36