Polisi diminta untuk menguak motif di balik serangan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia , Choirul Anam, turut prihatin mendalam atas musibah yang dialami oleh Menkopolhukam Wiranto saat kunjungan dinas di Pandeglang, Banten. Ia mengecam tindakan penyerangan tersebut.
Menurut Choirul, kekerasan oleh siapa pun dan untuk alasan apa pun bertentangan dengan Hak Asasi Manusia dan hukum. Kekerasan itu juga bertolak belakang dengan cita-cita semua pihak yang ingin damai di nusantara. Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, kepolisian telah mengamankan dua terduga pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto di depan Gerbang Lapangan alun-alun Menes, Purwaraja, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kedua pelaku itu berinisial, Fitri Andriana alias FA dan Syahril Alamsyah alias SA.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Komnas HAM Duga Ada Pelanggaran HAM Terkait Tewasnya 2 Mahasiswa KendariKomnas HAM menduga ada pelanggaran HAM terkait tewasnya dua mahasiswa di Kendari usai demo ricuh.
Baca lebih lajut »
Uji publik calon komisioner Komnas Perempuan disiarkan live streamingUji publik Komisioner Komisi Nasional Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan disiarkan langsung (live streaming) dari Jakarta pada 14-15 ...
Baca lebih lajut »
Perlakuan China pada Muslim Uighur Pelanggaran HAM BeratPompeo menegaskan AS akan terus mengangkat masalah Muslim Uighur.
Baca lebih lajut »
Menlu AS: Tindakan China atas Uighur Pelanggaran HAM BeratAS membatasi visa bagi pejabat China yang diyakini bertanggungjawab atas Uighur.
Baca lebih lajut »
Komnas HAM Duga Ada Pelanggaran HAM Terkait Tewasnya 2 Mahasiswa KendariKomnas HAM menduga ada pelanggaran HAM terkait tewasnya dua mahasiswa di Kendari usai demo ricuh.
Baca lebih lajut »
Berkunjung ke Wamena, Wiranto: Teman-teman yang Mengungsi Ingin Kembali ke RumahWiranto menyampaikan, para pengungsi yang berada di Wamena, Papua ingin segera kembali ke rumah dan bekerja.
Baca lebih lajut »