Perencanaan yang dilakukan BKKBN untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting cukup baik. Namun, upaya tersebut memerlukan dukungan semua pihak.
DUKUNG upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dengan mengupayakan komitmen dan kolaborasi yang kuat dari para pemangku kepentingan untuk melakukan terobosan berdasarkan data yang akurat.
Padahal, target prevalensi stunting nasional di bawah 14% pada 2024. Dalam upaya memenuhi target tersebut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional berupaya mewujudkan lima pilar dalam percepatan penurunan stunting di tanah air. Pilar pertama adalah komitmen, pilar kedua adalah pencegahan stunting, pilar ketiga harus bisa melakukan konvergensi, pilar keempat menyediakan pangan yang baik, dan pilar kelima melakukan inovasi terobosan dan data yang baik.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BKKBN minta orang tua untuk tidak coba-coba beri kopi pada balitaKepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo meminta setiap orang tua untuk tidak coba-coba memberikan makanan asing ...
Baca lebih lajut »
PUPR: Proyek Gedung DPR dan Istana Wapres IKN dalam Tahap Perencanaan |Republika OnlineDirjen Cipta Karya PUPR menyebut gedung DPR IKN masih dalam perencanaan
Baca lebih lajut »
Cegah Seks Bebas di Kalangan Remaja, BKKBN Dorong Pendidikan Seks secara KomprehensifAngka kehamilan tak diinginkan pada remaja di Indonesia yang tinggi mendapatkan perhatian serius dari BKKBN. Sebagai Koordinator Percepatan penurunan stunting di Indonesia, BKKBN berharap pemerintah dan seluruh masyarakat bekerjasama dan bekerja keras untuk memberikan edukasi terbaik kepada remaja, agar terhindar dari perilaku beresiko tinggi, salah satunya free seks atau seks bebas.
Baca lebih lajut »
Ferdy Sambo akui salah, namun bersikukuh 'tidak rencanakan' pembunuhan Brigadir Yoshua - BBC News IndonesiaFerdy Sambo mengakui kesalahannya atas pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, namun bersikukuh bahwa dia “tidak merencanakan pembunuhan” pembunuhan tersebut.
Baca lebih lajut »
Jokowi Hadiri Rakernas Bangga Kencana dan Penurunan Stunting BKKBNPresiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Baca lebih lajut »