Komisi V DPR RI meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Bekasi yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya. Wakil Ketua Komisi V Syaiful Huda menilai hasil positif dan menekankan kualitas sebagai prioritas. Proyek boarding school ini diharapkan selesai sebelum tahun ajaran baru dan akan menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan konsep pendidikan gratis berkualitas untuk masyarakat kurang mampu.
Sekolah Rakyat Jabar II yang dibangun di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diperkirakan akan selesai dan siap digunakan sebelum Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai.
Optimisme ini disampaikan Komisi V DPR RI setelah melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke lokasi proyek pada Jumat, 12 Juni 2026. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menilai bahwa progres pembangunan yang dilakukan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menunjukkan hasil positif. Menurutnya, meski waktu pelaksanaan terbatas, kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas utama. Komisi V juga meminta Brantas Abipraya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus memantau dan mengawasi proyek hingga seluruh pekerjaan rampung.
Selama kunjungan, Komisi V meninjau sejumlah fasilitas utama yang dibangun, seperti ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, dan dapur. Selain itu, dibahas pentingnya integrasi tata ruang mengingat sekolah tersebut mengusung konsep boarding school yang akan menampung peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Respons dari Brantas Abipraya diberikan oleh Sekretaris Perusahaan Dian Sovana yang menyambut baik kunjungan Komisi V sebagai bentuk dukungan dan pengawasan.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas pekerjaan dan memastikan penyelesaian proyek sesuai target. Menurutnya, pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan bersama seluruh pemangku kepentingan, upaya percepatan dan pengawasan secara ketat dilakukan agar fasilitas dapat berfungsi optimal tepat saat tahun ajaran baru dimulai. Sekolah Rakyat Jabar II dirancang untuk menampung sekitar 900 hingga 1.080 siswa dalam 36 rombongan belajar.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kategori desil 1 dan 2 atau kelompok miskin dan miskin ekstrem. Diharapkan keberadaan sekolah tidak hanya memperluas akses, tetapi juga membentuk generasi unggul melalui lingkungan belajar terintegrasi dengan fasilitas yang memadai. PT Brantas Abipraya sebagai BUMN konstruksi berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Dian menambahkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki dampak sosial besar karena membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan, dan Brantas Abipraya bangga dapat berkontribusi dalam mewujudkan program inklusif, berkelanjutan, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus bangsa
Sekolah Rakyat Komisi V DPR RI PT Brantas Abipraya Pembangunan Infrastruktur Pendidikan Boarding School
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Komisi V DPR RI Mendesak Evaluasi Perlintasan Sebidang KAIKomisi V DPR RI mendesak Kementerian Perhubungan dan PT KAI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang KAI di Indonesia untuk meningkatkan keselamatan dan menindaklanjuti instruksi Presiden. Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan potensi kecelakaan. Komisi V DPR RI juga menyarankan pembangunan infrastruktur untuk perlintasan sebidang dengan kepadatan lalu lintas tinggi dan risiko kecelakaan yang signifikan.
Baca lebih lajut »
Bahas Tata Kelola MBG, Anggota DPR Komisi IX Sebut BGN Sakti dan Bantah Tak Pernah KritikAnggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Nasdem Irma Suryani Chaniago membantah anggota DPR tidak pernah mengkritisi tata kelola program MBG.
Baca lebih lajut »
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPRKomcad disiapkan untuk memperkuat kesiapan bangsa dalam menghadapi berbagai potensi ancaman strategis yang mungkin muncul.
Baca lebih lajut »
Komisi XIII DPR dorong digitalisasi terintegrasi sistem imigrasiAnggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea meminta digitalisasi sistem keimigrasian yang terintegrasi dari pusat hingga daerah untuk memperkuat pengawasan ...
Baca lebih lajut »




