Kominfo: Indonesia Masih Kekurangan 9 Juta Talenta IT di Tahun 2030

Indonesia Berita Berita

Kominfo: Indonesia Masih Kekurangan 9 Juta Talenta IT di Tahun 2030
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 84 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 37%
  • Publisher: 51%

Berdasarkan data Kominfo, Indonesia masih kekurangan sebanyak 9 juta talenta IT pada 2030 mendatang. Simak fakta selengkapnya.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Hedi M. Idris. Foto: Binus TVKepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Hedi M. Idris, menyebut bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga ahli di bidang information technology hingga tahun 2030 mendatang.

"Riset kita menunjukkan banyak menyatakan bahwa Indonesia ini kalau bisnis as usual, akan kekurangan 9 juta talenta IT," tutur Hedi dalam webinarIa menuturkan probabilitas angka lulusan bidang ilmu komputer per tahun berkisar sebanyak 4,5 juta orang untuk jenjang S1 dan S2. Sementara untuk lulusan SMK, ia menyebut ada 1,8 juta lulusan per tahunnya."Tetap aja jumlah itu tidak memenuhi gap dari 9 juta orang yang dibutuhkan, karena masih kekurangan 2,5 juta," katanya.

"Kalau saya optimis manusia makhluk yang punya kelebihan dibandingkan ini . Kita bisa mengatasi adanya revolusi industri pertama kedua ketiga keempat kelima misalkan itu. Dari dulu zaman saya kuliah masih ngetik pakai mesin ketik itu ada komputer, apa tukang ketik itu jadi hilang? Tetap aja hanya jadi berubah jadi laptop sekarang. Jadi yang berubah hanya toolnya aja gitu," kata Hedi.

secara sungguh-sungguh. Ia juga mengingatkan untuk memperdalam kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan seorang ahli IT.nya ya. Juga technical skill di bidang computer science diusahakan jangan sampai nggak bisa juga. Banyak lulusan IT yang nggak bisa coding atau programming gitu ya. Nah ini setidaknya, menurut Hedi seseorang yang ingin terjun ke dunia IT harus juga memiliki kemampuan sosial yang baik.

"Kemampuan komunikasi dan berkolaborasi ya karena kebanyakan profesi IT itu kerja tim juga harus berkolaborasi dengan orang-orang karena nggak hanya jadi bisa sendiri, ya nggak, harus tetap berkolaborasi juga," terangnya.menurutnya diperlukan juga karena gempuran disrupsi dan kebutuhan pasar yang menuntut ahli IT harus lebih kreatif.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama



Render Time: 2025-02-27 03:27:37