Komik Pertolongan warga lokal dalam amuk Wamena
| Setiap kali terjadi kerusuhan, kemanusiaan setiap orang diuji. Haruskah manusia saling membenci lalu saling mengenyahkan?, membuktikan bahwa dalam konflik horizontal tak semua hal bisa dilihat secara hitam putih.Widodo, warga asal Jawa Timur, yangDalam kerusuhan di Sanggau Ledo dan Sambas, Kalimatan Barat, pada 1997 dan 1999, ada saja warga lokal dan warga etnis lain yang berusaha menyembunyikan orang-orang Madura dari pembantaian.
Dalam kerusuhan di Maluku, 1999, ada orang Kristen membantu dan menyelamatkan orang Muslim, dan sebaliknya. Demikian pula dalam konflik di Poso, Sulawesi Tengah. Ketika atas nama kelompok masing-masing sejumlah orang saling bunuh, ada saja orang lain yang tak mau terjebak dalam pengutuban"kami" dan"mereka".
Mereka yang menolak terjebak itu sesungguhnya sudah terjebak, dengan risiko mati, karena dimusuhi lawan dan kaumnya sendiri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemain Liga Thailand Buat Gol Ala Komik Kapten TsubasaPagelaran Liga Thailand pekan ini memunculkan momen langka yang sebelumnya mungkin hanya bisa terjadi di komik terkemuka Jepang, Kapten Tsubasa.
Baca lebih lajut »
Kisah Warga Sembunyi di Kandang Babi Saat Kisruh di WamenaWarga pendatang mendapatkan pertolongan dari warga lokal di Wamena.
Baca lebih lajut »
Kemenkumham Pastikan Keamanan Lapas Wamena Pascademo AnarkisLapas Wamena dalam keadaan kondusif dengan jumlah warga binaan sebayak 155 orang.
Baca lebih lajut »
Akrab dengan Warga Lokal, Pengungsi Ingin Kembali ke WamenaKeakraban dengan penduduk lokal dan memiliki aset di Wamena jadi alasan para pengungsi tak keberatan kembali ke kota itu selama situasi terkendali.
Baca lebih lajut »
Warga Jayawijaya Sumbangkan Sayur dan Ubi untuk Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena - Teras.IDMasyarakat asli Jayawijaya di berbagai distrik terus menyalurkan bantuan berupa sayuran kepada para pengungsi yang ada di Kota Wamena ....
Baca lebih lajut »