KNKT mengingatkan sopir bus dan truk agar jangan menggunakan gigi tinggi di jalan menurun supaya tidak berakibat fatal, seperti kecelakaan bus kali terakhir di Bantul, Minggu (6/2/2022).
Komite Nasional Keselamatan Transportasi mendata lebih dari 80 persen kecelakaan bus dan truk diduga rem blong di jalan menurun disebabkan penggunaan gigi tinggi. Plt. Kepala Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan Solo, Selasa , mengatakan penyebab kecelakaan seperti dialami bus yang terjadi di Bukit Bego Bantul itu rata-rata bukan disebabkan malfunction.
Lalu apa yang seharusnya dilakukan? “Kalau mau menurunkan gigi ya saat sebelum turunan. Pada saat turun tidak mungkin bisa dipindah [gigi],” imbuh dia.Temuan KNKT dari kasus kecelakaan maut di Bantul, posisi handbrake belum tertarik. Artinya, lanjut dia, pengemudi belum sempat menarik handbrake saat kecelakaan. “Kenapa tidak ditarik, mungkin panik. Saya tidak bisa tanya karena pengemudi sudah meninggal. Faktanya handbrake belum tertarik,” lanjut dia.
Kendaraan yang meluncur di jalan menurun bukan didorong putaran mesin tapi oleh gaya gravitasi. Untuk itu, tidak ada pengemudi bus dan truk yang menginjak pedal gas di jalan menurun. Sebab, tanpa menginjak gas pun kecepatan kendaraan akan tinggi.Di sisi lain, ketika kendaraan melaju di jalan menurun dan pengemudi terus mengijak rem maka angin akan terus dibuang. Dia mengatakan ambang batas tekanan angin pada rem adalah 6 bar.
Menurutnya, kecelakaan tersebut bukan karena sistem rem, tapi masalahnya pada tekanan angin pada rem tekor. Tekor itu, imbuh dia, bukan karena malfunction, tapi penggunaan.Dia menyarankan pengemudi truk maupun bus agar jangan menginjak pedal rem untuk mengurangi kecepatan saat berada di jalan menurun. Tapi, lebih disarankan menggunakan engine brake dan exhaust brake. Selain itu, jangan menggunakan gigi tinggi saat melaju di jalanan menurun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Temukan Fakta Terbaru dari Kecelakaan Bus di Bantul, KNKT: Secara Teknis Tidak Ada Masalah, Tapi...KNKT menemukan fakta terbaru dari kecelakaan bus pariwisata di Bantul, Minggu (6/2/2022), yakni ternyata tidak ada masalah teknis yang memicu peristiwa itu
Baca lebih lajut »
KNKT selidiki kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego BantulKNKT: Secara fungsional (kendaraan tersebut) bisa mengerem, periksa roda semua juga dalam kondisi bagus, alurnya memenuhi syarat, termasuk gap kampas dengan tromol dan ambang batas masih normal.
Baca lebih lajut »
Laka Maut di Bantul, Bus Pariwisata Pelat Solo Itu Diperiksa, Ini HasilnyaBeritaTerpopuler Laka Maut di Bantul, Bus Pariwisata Pelat Solo Itu Diperiksa, Ini Hasilnya lakamaut kecelakaandibantul ujikir
Baca lebih lajut »
Firasat Kakak Korban Laka Bus Bantul: Sella Murung Sebelum BerangkatOni mengaku berjumpa dengan adiknya sehari sebelum kejadian laka bus Bantul. Saat itu, dia mengaku kepribadian adik perempuannya sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.
Baca lebih lajut »
Kecelakaan Bantul, PO Bus Wisata Beri Penjelasan Soal Kondisi Armada dan SopirBus wisata milik PO GA Trans mengalami kecelakaan tunggal di Bukit Bego pada Ahad lalu dalam perjalanan menuju Pantai Parangtritis.
Baca lebih lajut »