Gunawan (38) harus menyambung hidup menjadi seorang kuli panggul di pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah selama 19 tahun.
- Gunawan harus menyambung hidup menjadi seorang kuli panggul di sebuah pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah selama 19 tahun.Sebab, menurutnya tak ada pilihan lain mengingat sulitnya mencari pekerjaan di zaman sekarang.
Berangkat dari keluarga yang kurang mampu, sejak lulus sekolah dasar Wawan sudah mengadu nasib di Kota Surabaya.Dia tak bisa melanjutkan jejang pendidikan ke bangku SMP lantaran himpitan ekonomi keluarga.Kemudian, saat usianya beranjak remaja, dia merantau ke Kota Jakarta untuk bekerja menjadi kuli bangunan.
Setelah berkeluarga, pria asal Kabupaten Sragen itu pun merantau ke Kota Semarang menjadi kuli panggul di Pasar Karang Ayu, Semarang Barat. Sejak tahun 2004 itu dia rela banting tulang demi menopang hidup istri dan ketiga anaknya di kampung halamannya di Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. "Saya mulai kerja jadi kuli panggul sejak 2004 sampai sekarang. Karena cari kerjaan kan susah ya," kata Wawan saat dihubungiDapatkan saldo e-wallet untuk 10 orang yang beruntung dengan mengikuti Kuis Travel berikut ini!
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dibangun 1749 Masehi, Masjid Besar Kauman Semarang Berkait Erat dengan Berdirinya Kota SemarangMasjid Besar atau akrab disebut Masjid Kauman adalah masjid tertua di Kota Semarang. Dalam sejarahnya, masjid ini berkait erat dengan berdirinya Kota Semarang.
Baca lebih lajut »
Kota Semarang Jadi Kota Tertinggi Capaian UHCRADARSEMARANG.ID, Semarang -Pemerintah pusat mengapresiasi komitmen wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta jajarannya dalam mengupayakan pemenuhan pelayanan kesehatan warga kota Semarang melalui program UHC (Universal Health Coverage). Wali kota yang akrab disapa mbak Ita tersebut di
Baca lebih lajut »
Meriah! Pasar Dugderan Semarang bakal Dimeriahkan 165 Lapak PedagangPasar Dugderan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), untuk menyambut datangnya bulan puasa kembali digelar di sekitar Alun-Alun Kota Semarang.
Baca lebih lajut »
Perantau dari Daerah Miskin Ekstrem di Jawa Tengah Malu Gunakan Bahasa JawaPerantau dari daerah miskin ekstrem di Jawa Tengah disebut malu menggunakan bahasa Jawa.
Baca lebih lajut »
Capaian JKN-KIS Nyaris Sempurna, Kota Semarang Diganjar UHC AwardPemerintah Kota Semarang menerima penghargaan UHC Award karena kepesertaan JKN warganya mencapai 99 persen lebih.
Baca lebih lajut »
Tembus 99,23%, Semarang Jadi Kota Tertinggi dalam Capaian Program UHCWali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu diberi apresiasi oleh Pemerintah Pusat atas capaian tersebut.
Baca lebih lajut »