Para eks napi terorisme menjalani proses yang berbeda-beda dalam menyadari penyimpangan ajaran kelompok radikal. Berbagai tahap mereka lalui untuk berubah menjadi sosok yang toleran. Ada juga pemuda yang mengakui bersikap intoleran karena… KoranTempo
Senyum ramah berkembang dari wajah Hendro Fernando ketika menerima kedatangan Tempo di kantor Yayasan Debintal, Bekasi, Rabu, 8 Juni 2022. Pria berambut gondrong itu lantas menyodorkan sebotol air mineral.
Penyambutan itu tak mungkin ia lakukan pada 10 tahun lalu, ketika masih bergabung dengan kelompok teroris."Ketika ada perempuan datang, dulu kami galak banget. Itu resistan bagi kami. Mentoleransi seperti itu saja kami susah banget, apalRp. 58.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Erick Thohir Senang Para Penari Bisa Tampil Lagi di Bandara |Republika OnlineErick menggagas ide agar bandara di Indonesia menjadi etalase kebudayaan nasional
Baca lebih lajut »
Bola Ganjil: Para Diktator Lapangan Hijau, Lama Kuasai TakhtaBayern Munchen sukses menjaga dominasi di Bundesliga. FC Hollywood kini bertakhta 10 musim beruntun usai menjuarai musim 2021/2022.
Baca lebih lajut »
Begini Isi Proposal Perdamaian yang Ditawarkan Garuda ke Para KrediturMaskapai BUMN Garuda Indonesia mengajukan proposal perdamaian kepada para krediturnya.
Baca lebih lajut »
Ternyata Ngantuk, Begini Momen Luhut Kumpul Bareng Para Ketum KIBMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ternyata dalam kondisi mengantuk saat menghadiri acara bersama para ketua umum Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Baca lebih lajut »
Tengok Aksi Berani Para 'Jawara' di Menara SUTET Tertinggi DuniaMenara kembar SUTET yang dibangun di sisi Sungai Yangtze, Jiangsu, China mulai dipasangi kabel. Pekerja bertaruh nyawa di menara setinggi 385 meter itu.
Baca lebih lajut »