Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dua ekonom Indonesia saling berdebat tentang sistem perbankan nasional.
Di tengah perdebatan itu, kabar mengejutkan datang dari Belanda yang datang kembali ke Indonesia. Kompeni ingin menjajah kembali Indonesia.
Lantas, tidak perlu menunggu lama lagi, pada 5 Juli 1946 pemerintah resmi mendirikan Bank Negara Indonesia sebagai bank sentral berdasarkan Perpu No.2 tahun 1946. Selain tugasnya sebagai bank sentral, BNI juga diberi wewenang untuk melakukan kegiatan sebagai bank umum, seperti pemberian kredit, pengeluaran obligasi, dan penerimaan simpanan giro, deposito, atau tabungan.
Saat itu BNI juga harus ikut bertempur melawan Belanda di bidang ekonomi yang semakin menggila dengan ekspansi DJB-nya. Jadi, bisa dikatakan, BNI saat itu difungsikan sebagai ujung tombak pertempuran di sektor ekonomi: BNI Vs De Javasche Bank.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kisah Kakek Rasim Pengayuh Gerobak Becak, Kamu Bisa BantuSurasim (79) harus terus bekerja keras untuk menyambung hidup. Kini, ia tinggal sendiri di Ibu Kota. Mari bantu Kakek Surasim dengan donasi di berbuatbaik.
Baca lebih lajut »
Heboh Kisah-kisah Asmara yang Berujung Hilang Nyawa - NEWS OR HOAXKisah asmara memang tak selalu indah
Baca lebih lajut »
Kisah Sjafrie Sahabat Prabowo Kawal Soeharto Tembus Medan Perang Sarajevo | merdeka.comKisah Sjafrie sahabat Prabowo yang pernah kawal Soeharto tembus medan perang Sarajevo.
Baca lebih lajut »
3.500 Orang Rohingya Bertaruh Nyawa Menyeberangi Lautan Pada 2022 |Republika OnlineJumlah tersebut naik drastis dari tahun sebelumnya yakni 700 orang
Baca lebih lajut »
Syahwat Jahanam Kakek 62 Tahun di Sambas Tega Cabuli 2 Anak di Bawah UmurSeorang kakek berusia 62 tahun ditangkap polisi karena tega mencabuli anak dibawah umur. Parahnya lagi korban yang dicabuli kakek tersebut berjumlah dua orang....
Baca lebih lajut »
Bertahan Demi Meneruskan Keahlian Membuat Perahu Tembo Sang KakekPengerajin perahu sungai yang dulu cukup mudah ditemukan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, kini sudah jarang sekali ditemukan. Sujianto, 50, sepertinya satu-satunya pengerajin yang masih tersisa.
Baca lebih lajut »