Kisah Dokter Kariadi, Perintis Pengobatan Malaria dan Penerobos Barikade Tentara Jepang

Indonesia Berita Berita

Kisah Dokter Kariadi, Perintis Pengobatan Malaria dan Penerobos Barikade Tentara Jepang
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 89 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 39%
  • Publisher: 63%

Kariadi merupakan salah satu dokter pribumi yang merintis pengobatan malaria di Papua. Gugur di tangan tentara Jepang pada usia 40 tahun. Ini kisahnya.

WABAH malaria yang menyerang Manokwari mengurungkan niat Kariadi meninggalkan wilayah paling barat di Papua itu untuk mempersunting kekasihnya, Soenarti, di Surabaya pada 1 Agustus 1933.

Percintaan Kariadi dan Soenarti terbuhul karena kesamaan profesi di jerambah yang sama. Selama kuliah di NIAS sejak 1921, pada usia 17 tahun, Kariadi tinggal di rumah orang tua Soenarti di Surabaya. Soenarti waktu itu belajar di School tot Opleiding van Indische Tandartsen, sekolah dokter gigi. Dalam surat lain bertanggal 22 Agustus 1932, Kariadi bercerita bahwa Manokwari juga diserang wabah difteri. Ia menyuntikkan serum ke tubuhnya sendiri, juga masyarakat di sana, untuk menumpas wabah bakteri yang menyerang selaput lendir dan tenggorokan itu.

Setelah menikah, Soenarti pindah ke Manokwari mengikuti suaminya. Mereka tinggal di rumah sederhana di sebuah bukit. Setahun kemudian, tepatnya pada 5 November 1934, anak perempuan pertama pasangan dokter itu lahir dan diberi nama Numaya Kartini Kariadi. Selama di Martapura, selain mengurus kesehatan masyarakat, Kariadi tetap aktif meneliti malaria dan kaki gajah. Hasil penelitiannya terbit di majalah kedokteran berbahasa Belanda, Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indie, edisi 1936, 1937, 1938, dan 1941.

Selama menjadi Kepala Jawatan Pemberantasan Malaria, Kariadi sulit mendapatkan cedar olie atau immersion oil. Minyak ini ia butuhkan untuk meneliti spesimen di bawah lensa mikroskop. Deteksi malaria atau bengek bisa diketahui melalui peneropongan spesimen keberadaan bakteri di sampel yang diambil dari dahak pasien.

Temuan itu membuat Kariadi kian giat membuat penelitian dan publikasi ilmiah. Dalam Berita Ketabiban, 24 Desember 1942, ia menulis artikel “Index Penoelaran jang amat tinggi dari A. Subpictus ”. Keaktifan menulis dalam banyak publikasi itu membuat Kariadi tak perlu menempuh ujian doktor ketika melanjutkan studi di Sekolah Kedokteran Tinggi di Jakarta.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Media Jepang Soroti Pidato Jokowi, Ada Lebih 1.480 Perusahaan Jepang di Indonesia - Tribunnews.comMedia Jepang Soroti Pidato Jokowi, Ada Lebih 1.480 Perusahaan Jepang di Indonesia - Tribunnews.comPerusahaan Jepang telah masuk ke Indonesia dan perekonomiannya sangat terpengaruh, apalagi dengan 3,7 juta orang menganggur karena penyebaran infeksi.
Baca lebih lajut »

Kemnaker Tingkatkan Kompetensi Bahasa Jepang 480 Calon Pekerja Migran IndonesiaKemnaker Tingkatkan Kompetensi Bahasa Jepang 480 Calon Pekerja Migran IndonesiaKemnaker Tingkatkan Kompetensi Bahasa Jepang 480 Calon Pekerja Migran Indonesia
Baca lebih lajut »

Tutup Selama 44 Tahun, Restoran Ramen Pertama di Jepang Siap Buka KembaliTutup Selama 44 Tahun, Restoran Ramen Pertama di Jepang Siap Buka KembaliUntuk kembali membuka restoran ramen legendaris itu, cucu dan cicit pemilik sampai harus meriset bahan-bahan yang dipakai leluhurnya secara ilmiah.
Baca lebih lajut »

Restoran Ramen Pertama di Jepang Buka Kembali Setelah 44 Tahun TutupRestoran Ramen Pertama di Jepang Buka Kembali Setelah 44 Tahun TutupSebelumnya restoran ramen pertama di Jepang, Rairaken, sempat tutup selama 44 tahun karena tak ada generasi yang meneruskan.
Baca lebih lajut »

Rangkaian foto perayaan kekalahan Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II - BBC News IndonesiaRangkaian foto perayaan kekalahan Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II - BBC News IndonesiaHari ini menjadi peringatan 75 tahun Jepang menyerah kepada tentara Sekutu pada 1945, yang sekaligus menandai berakhirnya Perang Dunia II. Berikut perayaan kemenangan Sekutu, dalam gambar.
Baca lebih lajut »

Lembaga Pelatihan Kerja Unusa Buka Kelas Khusus Calon Pekerja ke JepangLembaga Pelatihan Kerja Unusa Buka Kelas Khusus Calon Pekerja ke JepangNahdlatul Ulama Surabaya membuka kelas khusus bagi calon pekerja yang akan bekerja di Jepang. Pelatihan ini di kelola oleh...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-05 11:07:30