Tak disangka, karena seringnya main TikTok, Cahya justru makin dikenal dan bisa menghasilkan uang. MegaDwiCahyani
jpnn.com, JAKARTA - YouTuber Mega Dwi Cahyani berbagi pengalamannya bisa menjadi terkenal seperti sekarang. Peraih Gold Play Button dari YouTube ini mengaku sangat menyukai dunia fotografi sejak masih duduk di bangku SMA. Dia kerap hunting lokasi foto untuk kemudian dipajang di akun Instagram miliknya, @cahyaniryn,Baca Juga: “Saat lulus SMA, ada keinginan untuk kuliah, tetapi karena orang tua hanya berprofesi sebagai petani, mereka tidak punya uang untuk biaya kuliah.
Dara kelahiran Purwodadi, 1 September 1999 ini, akhirnya memilih bekerja. Mulai jadi konter ponsel hingga menjadi SPG. “Saat itu, dari Instagram juga sudah mulai dapat penghasilan dari endorse. Akhirnya saya putuskan untuk masuk ke YouTube. Awalnya konten saya gaming, main mobile legend. Karena sejak awal saya memang suka mai game,” katanya.Baca Juga: Namun, konten itu rupanya tidak mendapat sambutan baik. Banyak hujatan yang diterimanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Noa Toledo, Bintang TikTok yang Juga Pekerja Pembersih JendelaNoa Toledo, petugas pembersih jendela berusia 22 tahun yang menjadi bintang di media sosial TikTok di Israel. TikTok israel mediasosial
Baca lebih lajut »
Setelah TikTok, Perseteruan Teknologi Kini Menyasar WeChat |Republika OnlineSoal teknologi, ketegangan kembali meningkat antara AS dengan China.
Baca lebih lajut »
Larangan Tiktok di AS Hentikan Pengiklanan di Toko Aplikasi |Republika OnlineAmerika Serikat masih menunggu realisasi penjualan Tiktok sebelum 15 September.
Baca lebih lajut »
Bill Gates Komentari Upaya Microsoft Akuisisi Bisnis TikTok di ASPendiri Microsoft Bill Gates berkomentar atas upaya Microsoft mengakuisisi bisnis TikTok di Amerika Serikat. Apa katanya?
Baca lebih lajut »
Apa yang Membuat TikTok Disukai Generazi Z?Apa yang membuat TikTok begitu istimewa, terutama di kalangan pengguna yang lebih muda, seperti bagian Generasi Z?
Baca lebih lajut »