Di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), ekspor produk pertanian justru menunjukkan kinerja yang terus membaik dan tercatat mengalami surplus.
Sektor pertanian mempunyai peran yang penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap pelambatan pada semua aspek ekonomi. Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan yang sangat jelas bahwa aktivitas pertanian tidak boleh berhenti.
Kementerian Pertanian diminta mengoptimalkan sumber daya manusia pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, senin , pada 2019 saja, jumlah ekspor produk pertanian sekitar 43,26 juta ton dengan nilai Rp372,57 triliun. Sementara jumlah impor produk pertanian pada tahun yang sama sebesar 30,10 juta ton dengan nilai Rp250,86 triliun, sehingga ada surplus perdagangan sebesar Rp121,71 triliun dalam tahun itu.“Bahkan selama Januari-April 2020, ekspor produk pertanian menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Ketut Selama Januari-April 2020, Ketut menambahkan, nilai ekspor pertanian meningkat 16,9% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019, dari Rp115,18 triliun meningkat menjadi Rp134,63 triliun. Surplus perdagangan produk pertanian selama Januari-April 2020 juga meningkat signifikan, yaitu 32,96%, dari sebesar Rp33,62 triliun meningkat menjadi Rp44,70 triliun . “Tahun 2019, Tiongkok adalah negara tujuan ekspor utama produk pertanian kita. Dari ekspor produk pertanian senilai US$26,31 miliar , sebanyak 15,93% diekspor ke Tiongkok. Negara tujuan ekspor berikutnya adalah India dengan pangsa pasar 11,24%; disusul Amerika 9,03%, Malaysia 5,05%, dan Pakistan 4,73%,” ujarnya.Sepanjang 2019, menurutnya, Indonesia justru mengalami surplus perdagangan dengan Tiongkok. “Nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Tiongkok selama 2019 sekitar Rp55,07 triliun dan nilai impor Rp28,68 triliun. Sehingga ada surplus Rp26,39 triliun. Pada 2020 Indonesia juga mengalami surplus perdagangan dengan Tiongkok sekitar Rp2,41 triliun,” jelasnya. Ketut mengakui Indonesia masih mengimpor beberapa produk pertanian hortikultura, sayuran, dan buah-buahan. “Pada 2019, impor produk hortikultura untuk kelompok sayuran terutama bawang putih yang mencapai US$547,01 juta, atau Rp7,75 triliun, disusul kentang, kebanyakan dalam bentuk kentang olahan sekitar US$124,89 juta atau setara Rp1,77 triliun, dan bawang Bombay US$74,55 juta setara Rp1,06 triliun. Sementara impor untuk jenis sayuran bunga kol, brokoli, dan kubis hanya US$7,84 juta ,” jelas Ketut. Untuk produk buah-buahan, nilai impor selama 2019, menurut Ketut, sebesar US$1,23 miliar . “Impor produk buah-buahan terbanyak adalah anggur US$ 385,16 juta, setara Rp5,45 triliun, disusul apel sebesar US$ 344,01 juta setara Rp4,87 triliun, jeruk US$ 259,09 juta setara Rp3,67 triliun, dan pir US$ 236,35 juta atau setara Rp3,35 triliun,” ungkapnya.Namun demikian Kementan yang dinahkodai oleh Mentan SYL, ke depan, menurutnya, terus bekerja keras berupaya untuk meningkatkan ekspor produk pertanian. “Ekspor akan terus ditingkatkan dan ada saat yang sama juga mengurangi impor melalui peningkatan produksi dalam negeri. Agar melalui surplus perdagangan produk pertanian yang semakin meningkat diharapkan peran sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional semakin nyata,” pungkasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Komisi III Apresiasi Pengungkapan Peredaran Sabu 821 Kg |Republika OnlineDi tengah pandemi Covid-19 dan Hari Raya Idul Fitri, Polri tetap melakukan kinerjanya
Baca lebih lajut »
Neraca Perdagangan Produk Pertanian Masih PositifKinerja ekspor produk pertanian domestik masih tumbuh positif saat pandemi. Pada kuartal I 2020, nilai ekspor komoditas pertanian tercatat surplus US$ 164 juta.
Baca lebih lajut »
Perusahaan Pembiayaan Genjot Restrukturisasi Kredit Kendaraan Bermotor – Bebas AksesPerusahaan pembiayaan berbondong melakukan program keringanan kredit kendaraan bermotor untuk debitor terdampak pandemi Covid-19. Mereka mempercepat restrukturisasi. Ekonomi adadikompas
Baca lebih lajut »
Banyak PHK, Budidaya Udang Vaname Bisa Untung Puluhan JutaMeski ekspor sedikit terganggu karena pandemi, namun tambak udang tetap menjadi andalan Indonesia.
Baca lebih lajut »
Curanmor AS Naik di Tengah Pandemi |Republika OnlineCuranmor di New York Naik 63 persen di tengah pandemi.
Baca lebih lajut »
Kinerja Ekspor Pertanian di Masa Pandemi Tetap MoncerPresiden Jokowi meminta Kementerian Pertanian mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor Kementan
Baca lebih lajut »




