Dimon berpendapatan The Fed dapat mulai menaikkan suku bunga pada kuartal keempat dan menyebut kenaikan suku bunga acuan tersebut 'mungkin saja 6%.'
Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat .
Rupiah sepanjang pekan lalu mencatat pelemahan tipis 0,13% melawan dolar Amerika Serikat ke Rp 15.220/US$. Dengan demikian, rupiah mencatat pelemahan tiga pekan beruntun bahkan berisiko berlanjut minggu ini, tekanan bisa lebih besar lagi sebab inflasi di Amerika Serikat kembali menanjak.
Aliran modal bisa kembali keluar dari negara emerging market seperti Indonesia menuju Amerika Serikat. Dolar AS menjadi perkasa lagi dan nilai tukar mata uang lainnya berisiko kembali terpuruk. Inflasi PCE dilaporkan naik menjadi 5,4% dari sebelumnya 5,3%, sementara inflasi inti PCE tumbuh 4,7% dari sebelumnya 4,6%.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kekalahan dari Madrid Bukti Nyata Liverpool Belum StabilLiverpool sempat mendapatkan momentum positif, sampai kemudian dihancurkan begitu saja oleh Real Madrid. 'Si Merah' memang belum sestabil itu.
Baca lebih lajut »
Acara Netflix 'Squid Game di kehidupan nyata' memukau pemirsa global - BBC News IndonesiaKompetisi bertahan hidup di Korea Selatan menjadi acara realitas pertama yang memuncaki daftar serial TV non-bahasa Inggris Netflix terpopuler di dunia.
Baca lebih lajut »
Hantu 'Resesi' Makin Nyata, Rupiah Keok Minggu IniNilai tukar rupiah melemah sepanjang pekan
Baca lebih lajut »
Isnanta: Gelaran F1 H20 di Danau Toba Langkah Nyata Konsep DBON Sports TourismGelaran F1 H20 atau F1Powerboat 2023 di Danau Toba merupakan langkah nyata dari sebuah konsep DBON yang di dalamnya terkandung sports tourism.
Baca lebih lajut »
Pelaku Phising Kian Pintar, Mulai Manfaatkan Psikologis Target |Republika OnlinePara pelaku 'phising' kerap membuat target panik hingga menjanjikan kekayaan.
Baca lebih lajut »