Kiai Muda Jatim Edukasi Soal Pengobatan Herbal ke Warga Bojonegoro GanjarPranowo
jatim.jpnn.com, BOJONEGORO - Koordinator Kiai Muda Jawa Timur Gus Ali Baidlowi menyatakan di era modern pengobatan herbal atau tradisional berkembang pesat, bahkan banyak masyarakat yang mempelajari metode alternatif.
Menurut dia, meningkatkan minat masyarakat untuk mempelajari metode pengobatan tradisional tak lepas dari aspek bahan obat yang digunakan, khususnya tanaman. Pengobatan herbal, lanjutnya, mampu menjadi opsi selain metode pengobatan konvensional yang sudah lumrah dijumpai masyarakat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bengawan Solo Bojonegoro Siaga Merah, Air Genangi Permukiman dan PersawahanBengawan Solo di Bojonegoro masuk level siaga merah atau siaga tiga. Banjir pun mulai merendam permukiman dan persawahan.
Baca lebih lajut »
Lamongan-Bojonegoro Bersiaga Bencana Banjir Bengawan SoloBanjir musiman di wilayah Bengawan Jero, Lamongan, terus meluas. Puluhan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan terdampak.
Baca lebih lajut »
Anna Mu'awanah Terus Lakukan Pemerataan Pembangunan BojonegoroPembangunan ruas jalan di Desa Soko ada dua. Keduanya ialah Dusun Sekonang-Dusun Soko sepanjang 1,3 kilometer dan Dusun Sekonang-Sekidang sepanjang 1,2 kilometer.
Baca lebih lajut »
Bupati Anna Mu'awanah Terus Lakukan Pemerataan Pembangunan di BojonegoroPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUBM PR) terus berupaya menjawab keluhan warga terkait jalan...
Baca lebih lajut »
Tanggul Kali Avour di Bojonegoro Jebol akibat Air Luapan Sungai Bengawan SoloTanggul kali avour atau anak Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro jebol sepanjang 5 meter.
Baca lebih lajut »
Debit Air Bengawan Solo Meluap, Tanggul Kali Avour di Bojonegoro JebolLuapan debit air sungai Bengawan Solo menyebabkan tanggul Kali Avour atau anak Sungai Bengawan Solo di Desa Puncangarum, Kecamatan Boureno, Bojonegoro, jebol.
Baca lebih lajut »