Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menegaskan tidak berencana mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945 untuk menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo kembali menepis wacana amandemen Undang-Undang 1945 demi menambah masa jabatan presiden. Ia menegaskan memperpanjang masa jabatan presiden tidak akan menghasilkan banyak manfaat bagi Indonesia.
Presiden RI Joko Widodo disambut Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo seusai pengambilan sumpah saat pelantikan presiden periode kedua, di Gedung DPR, Jakarta, 20 Oktober 2019. Meski begitu, Busyro, yang juga mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi , mengajak semua pihak untuk terus mengawasi. Tujuannya agar jangan sampai amandemen konstitusi menghasilkan aturan tentang perpanjangan masa jabatan presiden atau penambahan jabatan presiden maksimal menjadi tiga periode.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ketua MPR: Jabatan Presiden 3 Periode Lebih Banyak MudaratnyaPembatasan masa jabatan presiden seperti saat ini tetap diterapkan. Hal ini untuk menghindari terciptanya rezim otoritarian yang cenderung korup.
Baca lebih lajut »
Ketua MPR Apresiasi Kinerja Menpora Majukan Olahraga IndonesiaMnurut Ketua MPR Bambang Soesatyo, di bawah Pak Menpora Amali kita berhasil meroketkan olahraga hingga ke internasional.
Baca lebih lajut »
Ketua DPD minta aparat tidak represif sikapi rakyat salurkan aspirasiKetua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta aparat kepolisian agar tidak melakukan tindakan represif menanggapi aksi masyarakat yang menyalurkan ...
Baca lebih lajut »
Warga Bentang Poster ke Jokowi Ditangkap, Ketua Komisi III DPR Minta Polri Kedepankan Persuasif - Tribunnews.comHerman Herry meminta seluruh jajaran Polri di lapangan memiliki kebijaksanaan dan menghindari tindakan represif dalam menjalankan tugas.
Baca lebih lajut »
Mantan Ketua MK: Konflik PPHN Munculkan Tanda Tanya |Republika OnlineApakah tidak ada pendekatan lain untuk menjamin kesinambungan itu selain amendemen.
Baca lebih lajut »
Pertarungan 4 Klaster di Bursa Capres, Ketua Umum Paling BerpeluangPengamat politik Ujang Komarudin melihat ada beberapa klaster pertarungan Capres dan Cawapres 2024 BursaCapres
Baca lebih lajut »