Pembatasan sepeda motor lebih baik ketimbang perluasan ganjil genap untuk mengurangi dampak polusi serta kemacetan di Ibu Kota.
TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menyarankan pembatasan sepeda motor lebih baik ketimbang perluasan ganjil genap untuk mengurangi dampak polusi serta kemacetan di Ibu Kota.“Sudah betul pembatasan sepeda motor yang sebelumnya diterapkan di Jalan Medan Merdeka Barat sampai Thamrin tinggal diperluas lagi,” kata Djoko, Senin, 12 Agustus 2019.
Polda Metro Jaya juga mencatat terjadi pengurangan simbol kemacetan, pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan berkurang 30 persen. “Memang ini terdengar seperti beban politis, tapi tidak ada salahnya diterapkan kembali untuk dampak yang lebih luas,” kata Djoko.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sore Ini Menhub Kumpulkan Para Pengemudi Ojek OnlineMenhub akan berdialog soal wacana penerapan aturan ganjil genap sepeda motor
Baca lebih lajut »
Motor Bebas Ganjil Genap, tapi Akan DikanalisasiDishub rencanakan motor agar dikanalisasi melalui lajur sebelah kiri di area perluasan ganjil genap.
Baca lebih lajut »
Ini kata pengamat apabila taksi daring boleh masuk ganjil-genapPengamat Transportasi Universitas Katolik Soedijapranara Semarang Djoko Setijowarno memaparkan imbas yang mungkin terjadi apabila taksi dari diperbolehkan ...
Baca lebih lajut »
28 Ruas Tol Kena Perluasan Ganjil Genap, Alternatifnya dan Bagaimana dengan Motor?Uji coba perluasan ganjil genap di wilayah Jakarta dimulai hari ini, Senin (12/8), ternyata berdampak pada ruas jalan tol yang saat ini menjadi kawasan ganjil genap. GanjilGenap
Baca lebih lajut »
Dishub DKI Sosialisasikan Perluasan Gage di 25 TitikSosialisasi terkait perluasan ganjil-genap hingga mulai diberlakukan pada 9 September
Baca lebih lajut »