Seorang perempuan Afghanistan mengenang hari ketika ayahnya diculik oleh rezim Taliban pada 1999 lalu.
Dia mengatakan, beberapa menit kemudian, sejumlah tetangga mendatangi rumahnya dengan membawa sepeda ayahnya. Mereka mengatakan, Taliban telah membawanya.
"Saban hari, ibu saya pergi ke kantor Taliban. Mereka menolak untuk mendengarkan ibu saya. Setelah lelah lelah berjalan, paman saya pergi ke Kandahar di mana dia mendapat informasi Taliban memindahkan beberapa tahan. Tapi itu juga tak ada kabar. Kemudian, dia pergi ke Kabul dan Mazar-i-Sharif. Tapi hasilnya sama-sama nihil," jelasnya.
"Ia melawan nasihat dari keluarga. Dia membawa adik laki-laki saya dan pergi ke Kandahar ke kantor pimpinan Taliban, Mullah Omar," sambungnya. Pada 2004, ketika keadaan membaik di Afghanistan, dirinya sempat pulang. Dia mengaku ingin melanjutkan pendidikan dan membuat sesuatu yang berarti bagi dirinya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
'Hari ketika mereka menculik ayahku': Cerita perempuan saat Taliban berkuasa - BBC News IndonesiaSeorang perempuan Afghanistan mengenang kembali penculikan ayahnya saat Taliban berkuasa pada 1999. Ia khawatir kejadian itu akan terulang kembali terhadap warga Afghanistan lainnya, setelah Taliban kembali menguasai negara tersebut.
Baca lebih lajut »
Taliban Berkuasa, Seniman Afghanistan Lukis Perempuan di Posisi GentingAda kekhawatiran ketika Taliban mengambil alih Afghanistan. Shamsia Hassani, seniman jalanan perempuan Afghanistan mengeluarkan emosinya jadi karya seni ini:
Baca lebih lajut »
Taliban Berjanji Tegakkan Hak-hak Perempuan, Gedung Putih SkeptisGedung Putih skeptis dengan janji yang diumbar oleh Taliban bahwa mereka akan menegakkan hak-hak perempuan di bawah hukum Islam. Setelah mengambil alih Afghanistan,...
Baca lebih lajut »
'Hidup Afghanistan', Kibarkan Bendera Nasional Warga Afghanistan Menentang TalibanWarga Afghanistan berkerumun di Ibu Kota Kabul menenyang Taliban dengan berbaris melalui jalan-jalan dengan bendera nasional. Warga Afghanistan berkerumun di Ibu...
Baca lebih lajut »