Kesadaran masyarakat terhadap kualitas kesehatan mental semakin meningkat. Ini menjadi modal baik untuk menyongsong masyarakat Indonesia yang sehat mental. KajianData AdadiKompas
Ratusan simpatisan mengajak warga tersenyum sambil melepaskan balon dalam kampanye Gerakan Mari Tersenyum yang digelar Himpunan Psikologi Indonesia di Bundara Hotel Indonesia, Jakarta . Gerakan tersenyum merupakan salah satu cara mencegah depresi yang diadakan untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.
Jika dilihat dari trennya, tampak semakin banyak publik yang merasa kesehatan mental menjadi masalah kesehatan terbesar di negaranya. Pada 2018, hanya 27 persen responden yang menilai hal itu. Pada 2020, persentasenya menjadi 26 persen. Hingga pada 2022, proporsi responden yang memiliki penilaian tersebut meningkat menjadi 36 persen.Kemacetan lalu lintas kembali menjadi pemandangan rutin di Jakarta, salah satunya terlihat di Jalan MT Haryono, saat jam masuk kerja, Kamis .
Hasil survei tersebut menjadi gambaran bahwa sebenarnya masyarakat di dunia dan di Indonesia sudah lebih peduli terhadap kesehatan mental. Hal ini menjadi modal yang baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental masyarakat setelah pandemi Covid-19 cukup mengentak warga dunia. Apalagi tren penderita gangguan kesehatan mental secara umum cenderung stagnan.
Data Riskesdas 2018 menyebutkan, prevalensi penduduk yang mengalami gangguan kesehatan mental tidak jauh berbeda di setiap kelompok umur. Misalnya, prevalensi penduduk berusia 15 tahun hingga lebih dari 75 tahun yang mengalami depresi berada di rentang 5,4 persen sampai 8,9 persen yang tersebar di setiap kelompok usia. Prevalensi terendah ada di kelompok usia 25-34 tahun dengan angka 5,4 persen dan tertinggi di kelompok umur lebih dari 75 tahun dengan prevalensi 8,9 persen.
Survey 2022 menyebutkan, satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Dengan jumlah remaja saat ini, maka ada 13 juta jiwa remaja yang mengalami hal itu.Rentannya masyarakat Indonesia sejak usia dini terhadap masalah kesehatan mental menandakan perlu penanganan sesegera mungkin. Kesadaran masyarakat terhadap masalah kesehatan mental menjadi modal yang perlu dioptimalkan sebagai langkah awal perbaikan situasi kesehatan mental di Indonesia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bikin Sosok ini Geleng-geleng, Bintang Timnas Indonesia Marselino Ferdinan Perlihatkan Hal ini di Sesi LatihanBintang Timnas Indonesia yang saat ini membela klub kasta kedua Belgia, K.M.S.K Deinze, Marselino Ferdinan terlihat sudah bergabung bersama rekan-rekannya itu.
Baca lebih lajut »
Urgensi Perbaikan UU, Menkes Budi Akui RUU Kesehatan Sulit Diterima Sejumlah PihakDi tengah urgensi perbaikan UU Kesehatan, RUU Kesehatan diakui sulit diterima oleh sejumlah pihak.
Baca lebih lajut »
Simak, Ini Manfaat Menggunakan Kasur Memory Foam untuk KesehatanKenyamanan dan dukungan kasur memory foam telah membuatnya populer.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Perempuan Lebih Sering Mengalami Gangguan Kesehatan MentalAda beberapa faktor yang membuat perempuan cenderung lebih sering mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan dengan laki-laki.
Baca lebih lajut »
Krisis Kesehatan Mental Menghantui Generasi Z IndonesiaKrisis kesehatan mental dialami kaum muda di sejumlah daerah di Tanah Air. Namun, akses mereka terhadap layanan kesehatan jiwa masih amat terbatas. Kesehatan AdadiKompas
Baca lebih lajut »