Jusuf Kalla kemudian mengatakan tetap ada cara untuk menyiasati dibukanya kembali keran impor. Apa itu? JusufKalla ImporDagingAyam via detikfinance
- Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak mempermasalahkan dibuka kembali impor daging ayam dari Brasil. JK menyebut Indonesia harus mematuhi keputusan World Trade Organization terhadap gugatan Brasil.
JK mengatakan tetap ada cara untuk menyiasati dibukanya kembali keran impor, yaitu dengan penerapan non tariff barrier atau perlindungan non tarif. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kesempatan impor harus dibuka. Indonesia akan salah jika masih melarang impor daging dari Brasil.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
JK soal Usulan 10 Pimpinan MPR: Berlebihan, Tugasnya Kan Tidak BanyakWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan semakin banyak pimpinan MPR membuat pemerintahan menjadi tidak efisien. Dia menuturkan usulan tersebut hanya untuk menempatkan wakil partai sebagai pimpinan MPR. KetuaMPR
Baca lebih lajut »
Wacana PNS Kerja di Rumah, JK: Datang ke Kantor Saja Tidak DisiplinJK mengatakan, para PNS bekerja di rumah hanya dapat diterapkan bagi tenaga administrasi.
Baca lebih lajut »
JK Minta Wacana Hidupkan GBHN Tak Ubah Sistem KetatanegaraanGBHN secara prinsip itu bagus, asal jangan mengubah seluruh sistem lagi
Baca lebih lajut »
JK ke Pertamina: Tanda Tangan Perjanjian Dibuka Wapres Masa 10 MWDalam sambutannya, JK menyindir kerja sama energi yang hanya berkapasitas 10 megawatt, tapi memanggil wapres. JusufKalla Pertamina via detikfinance
Baca lebih lajut »
JK: Perlu Penanganan Menyeluruh untuk Atasi KarhutlaJK menilai tak cukup mengatasi karhutla hanya dengan penanganan saat kebakaran saja.
Baca lebih lajut »
JK Curhat soal Listrik Padam Massal: Di Rumah Panas, AC Nggak JalanWapres Jusuf Kalla (JK) menghadiri acara The 7th Indonesia Geothermal Convention & Exhibition 2019. JK curhat soal listrik padam massal yang terjadi pekan lalu. Ini katanya: JK via detikfinance
Baca lebih lajut »