Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2023 turun US$ 4,89 dari US$ 79,48 per barel pada Februari menjadi US$ 74,59 per barel.
Hal itu merupakan kegagalan sistem perbankan terbesar di AS yang disebabkan, antara lain penarikan dana besar-besaran oleh nasabah, meningkatkan ketidakpastian terkait inflasi, suku bunga dan aktivitas ekonomi di masa depan yang berdampak besar pada konsumsi minyak dan investasi global.
IEA dalam Laporan bulan Maret 2023 menyebutkan faktor lain yang mempengaruhi yaitu adanya throughput kilang global mencapai titik terendah pada bulan Februari 2023 di angka 81,1 juta barel per hari karena seasonal maintenance di AS dan beberapa negara lainnya. "Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran pasar tentang potensi oversupply, terutama terkait rencana AS untuk kembali melepas 26 juta barel minyak dari SPR," lanjut Agung.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Emas Naik Tembus US$2.000, Imbas Efek Kejut ala OPEC+Emas naik setelah OPEC+ memberikan kejutan lain pada prospek keuangan global.
Baca lebih lajut »
Harga Mobil Listrik April 2023, Ioniq 5 dan Air ev Turun HargaHarga mobil listrik per April 2023 masih sama seperti bulan lalu, kecuali Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev yang mendapatkan subsidi.
Baca lebih lajut »
Pemangkasan Kuota OPEC+ Bikin Harga Minyak Melambung ke US$100/barelPemangkasan kuota produksi OPEC+ secara mendadak bikin harga minyak dunia mencapai ke level US$100 per barel.
Baca lebih lajut »
Besaran Zakat Fitrah di Luwu Timur Mulai dari Rp 33 RibuPenetapan zakat fitrah menyesuaikan dengan harga-harga saat ini.
Baca lebih lajut »
Harga Emas Menguat 2 Hari Beruntun, Rekor Harga di Depan MataReli emas berpeluang membawa harga ke rekor tertinggi emas di sekitar US$2.070 per ounce.
Baca lebih lajut »
Breaking News! Harga Batu Bara Terbang 10% ke Level US$ 200harga batu bara kontrak Mei di pasar ICE Newcastle ditutup di posisi US$ 212 per ton
Baca lebih lajut »