Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis (PS) untuk mengelola pembangunan pasar, madrasah, dan stadion. Langkah ini bertujuan untuk mendukung program Quick Wins Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sarana pendidikan.
Jumat, 27 Des 2024 17:54 WIB- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis (PS) untuk mengurus pembangunan pasar, madrasah, hingga stadion. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung program Quick Wins Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sarana pendidikan . Plt Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Endra S Atmawidjaja mengatakan, mulanya proyek-proyek tersebut masuk ke dalam lingkup tugas Cipta Karya.
Setelah Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) rampung, proyek tersebut akan segera dialihtugaskan. 'Kalau madrasah, pasar, stadion itu nanti dibawa Ditjen Prasarana Strategis. Bukan di Cipta Karya,' ujar Endra, ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2024).Pembangunan Tol Baru Disetop, Investasi Bakal Terganggu? Endra menjelaskan, nantinya proyek-proyek yang masuk ke lingkup Ditjen PS ini merupakan proyek yang nantinya akan dihibahkan ke daerah. Sedangkan proyek-proyek pusat seperti Pos Lintas Batas negara (PLBN), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga PAMSIMAS masih di Ditjen Cipta Karya. Secara keseluruhan, anggaran awal yang disiapkan untuk Ditjen Prasarana Strategis mencapai Rp 21,85 triliun. Jumlah tersebut termasuk anggaran untuk fungsi pendidikan seperti renovasi sekolah dan madrasah sebesar Rp 21,16 triliun.Berikutnya ada fungsi permukiman sebesar Rp 630 miliar, dan dukungan manajemen serta teknis lainnya sebesar Rp 60 miliar. Namun untuk anggaran pendidikan sendiri, menurut Endra sudah tidak termasuk di dalamnya lantaran diambil alih oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sedangkan untuk renovasi madrasah sendiri, sejauh ini masih ada di dalam lingkup Kementerian PU. Hal ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Agama (Kemenag). 'Sekolahnya keluar, yang dikembalikan di Kemendikdasmen, jadi dia nanti hanya untuk madrasah, dan lain-lain. Perkembangan terakhir tuh itu, ini kan Rp 19,5 triliun sendiri ni
Kementerian Pekerjaan Umum Ditjen Prasarana Strategis Presiden Prabowo Subianto Sarana Pendidikan Program Quick Wins
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kementan-Kemenimipas libatkan WBP jadi pelopor ketahanan panganKementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan ...
Baca lebih lajut »
DPR Dorong Pembentukan Ditjen Ponpes, Koordinasi dengan Kementerian dan Pengawasan KemenagAnggota DPR dan DPD RI mendorong pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Pesantren (Ponpes) untuk mengelola pendidikan, pemberdayaan, dan dakwah pesantren secara terintegrasi. Selain itu, mereka mendesak Kemenag untuk turun langsung mengawasi pesantren dan kegiatan kepramukaan di lembaga pendidikan Kemenag untuk mencegah kekerasan fisik maupun seksual.
Baca lebih lajut »
8 Manfaat Menanam Pohon Sebagai Investasi Hijau Masa Depan BumiPohon memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem global Ini 8manfaat strategis dari menanam pohon
Baca lebih lajut »
Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Keuangan Meluncurkan Program Beasiswa Patriot pada 2025Program Beasiswa Patriot merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot. Ini akan mencakup seleksi bagi generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme, dan mereka yang diterima akan menjalani pendidikan dasar militer.
Baca lebih lajut »
Media Gathering Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Terima Kasih Telah Mewartakan Kementerian IniMenteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid menyampaikan ucapan terima kasih kepada para jurnalis atas kolaborasi selama ini.
Baca lebih lajut »
Kementerian Koperasi Harapkan Dukungan Semua Kementerian dalam Penguatan KoperasiMenteri Koperasi Budi Arie Setiadi berharap seluruh kementerian/lembaga mendukung pengarusutamaan koperasi sebagai pilihan kelembagaan. Hal ini sejalan dengan Astacita ke-2 dan 3 yang bertujuan mendukung penguatan koperasi dalam beberapa program prioritas nasional, seperti swasembada pangan, pengembangan industri agromaritim, serta industrialisasi hilirisasi. Koperasi juga diharapkan berperan aktif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca lebih lajut »