Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Indonesia Berita Berita

Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 17 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 10%
  • Publisher: 68%

'Perekrutan dilakukan terbuka dan pembaiatan melalui media,' ujar Hasan.

Sementara, lanjut Hasan, cara lama perekrutan anak yaitu melalui keluarga, pertemanan, ketokohan, dan lembaga keagamaan dengan perekrutan secara tertutup dan pembaiatan secara langsung.Hasan mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak terlibat radikalisme dan tindakan terorisme."Ada orang tua atau anggota keluarga lain yang mengajarkan paham radikalisme dan terorisme kepada anak," ungkap Hasan.

Kemudian, berasal dari lingkungan misalnya, lingkungan pertemanan dan tetangga yang mengajarkan radikalisme dan terorisme kepada anak.Baca juga: Sebab banyak ditemukan kasus anak terjerumus di dalam jaringan terorisme bukan semata ideologi, melainkan karena di bawah pengaruh, bujuk rayu, hingga janji diberikan uang.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pejabat Pelindung Anak Diduga Memperkosa, Menteri PPPA Ungkit Hukuman KebiriPejabat Pelindung Anak Diduga Memperkosa, Menteri PPPA Ungkit Hukuman KebiriMenteri PPPA Bintang Puspayoga meminta polisi mengusut tuntas kasus anggota P2TP2A Lampung Timur, DA, yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak korban kekerasan seksual, N yang tengah didampinginya. Lampung
Baca lebih lajut »

Menteri PPPA minta pelaku perkosaan di P2TP2A dipecat dan ditindakMenteri PPPA minta pelaku perkosaan di P2TP2A dipecat dan ditindakMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga meminta anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan ...
Baca lebih lajut »

Media Sosial, Diboikot dan Dibutuhkan – Bebas AksesMedia Sosial, Diboikot dan Dibutuhkan – Bebas Akses[RISET] Literasi dalam bermedia sosial sangat penting sebagai bentuk perlawanan pada ujaran kebencian. Etika dalam media sosial penting untuk mendukung peningkatan literasi. Riset Kompas55
Baca lebih lajut »

Komisi IV DPR Minta Kementan Tindak Lanjuti Temuan Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19Komisi IV DPR Minta Kementan Tindak Lanjuti Temuan Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin meminta Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti hasil temuan Kementerian Pertanian terkait manfaat eucalyptus dalam mengurangi terpaan COVID-19.
Baca lebih lajut »

Jahit 500 Selimut dan 1.000 Masker untuk Disumbangkan, Gadis Cilik Ini Dapat Penghargaan dari Presiden TrumpJahit 500 Selimut dan 1.000 Masker untuk Disumbangkan, Gadis Cilik Ini Dapat Penghargaan dari Presiden TrumpLucy Blaylock gadis kecil asal Tennessee, AS sedang menjalankan misi untuk menghibur anak-anak lain dalam melalui masa-masa sulit pandemi COVID-19.
Baca lebih lajut »

Rizal Ramli Bicara soal Agitasi dan Propaganda MurahanRizal Ramli Bicara soal Agitasi dan Propaganda MurahanRizal Ramli mengatakan, influencer dan buzzer dipakai untuk menghancurkan lawan-lawannya dengan agitasi dan propaganda murahan. RizalRamli
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 15:40:01