Pemerintah telah antisipasi obat-obatan dan oksigen hadapi Covid-19
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Terdapat sekitar 12,4 ton suplai oksigen yang telah disiapkan pemerintah untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang diperkirakan pada akhir Februari nanti. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan 16 ribu konsentrator oksigen dan 31 generator oksigen.
Terkait obat-obatan, Nadia meminta kepada masyarakat untuk tidak menimbun stok obat di rumah. Hal ini lantaran stok obat di fasilitas kesehatan cukup memadai. Menurut dia, hal ini dapat terlihat dari kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional masih sangat rendah. Rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga tidak bergejala dan gejala ringan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pasien Covid-19 Diimbau Tak Perlu Tahu Varian yang Menjangkitinya, Ini Penjelasan Satgas Covid-19Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menegaskan seorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak perlu mengetahui varian yang menjangkiti tubuhnya.
Baca lebih lajut »
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Positif Covid-19Wakil Bupati Kulon Progo sekaligus ketua satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 Fajar Gegana, ikut terpapar virus tersebut dari ring tiga klaster pernikahan.
Baca lebih lajut »
Kemenkes Akui Kasus COVID-19 Harian RI Meningkat Tapi Jumlah Pasien Dirawat di RS Sangat RendahKemenkes mengungkapkan bahwa hingga Jumat (4/2), dari total 80.344 tempat tidur yang tersedia untuk penanganan COVID-19, yang terisi baru sekitar 20 persen atau 16.1712 pasien.
Baca lebih lajut »
Indonesia Menuju Puncak Covid-19, Kemenkes Belum Bisa PrediksiSiti Nadia Tarmizi menyatakan, belum bisa memprediksi puncak kasus Covid-19 yang terjadi pada Februari-Maret 2022 ini
Baca lebih lajut »