Indonesia mendeteksi keberadaan subvarian omicron BA.4 dan BA.5. Juru bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril mengungkapkan sejauh ini empat kasus kedua varian siluman omicron tersebut pertama kali terdeteksi pada 6 Juni 2022.
Menyusul negara lain,
Namun, jika dilihat dari segi tingkat keparahannya, kedua subvarian omicron terbaru ini tidak terindikasi menimbulkan kesakitan yang lebih parah dibandingkan varian omicron sebelumnya. Di tingkat global, subvarian omicron BA.4 sudah terdeteksi di 58 negara dengan jumlah sequencing yang telah dilaporkan kepada GISAID sebanyak 6.603. Sedangkan subvarian omicron BA.5 sudah menyebar di 63 negara dengan total sequencing yang mencapai 8.687.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa walaupun ada kenaikan kasus setelah lebaran tapi angka-angka standar WHO, kita masih di bawah standar semua,” tuturnya.Selain memperkuat strategi deteksi dini berupa testing, tracing dan treatment , pemerintah juga berupaya untuk melakukan akselerasi vaksinasi COVID-19 guna memitigasi dampak terburuk dari munculnya berbagai varian baru COVID-19.
Syahril juga melaporkan capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster masih relatif rendah, yakni baru sekitar 30 persen. Hanya lima provinsi yakni Bali, DKI Jakarta, Riau, Jogjakarta dan Jawa Barat yang mencapai level tersebut. “Memang ada diskusi panjang, tapi belum diputuskan. Booster yang saat ini ada usulan dari para epidemiolog bahwa booster dijadikan satu menjadi vaksinasi lengkap. Jadi vaksinasi lengkap itu 1,2 dan booster ini dosis ketiga. Ini baru usulan, sedang dalam pertimbangan dari pemerintah, apakah seperti itu. Tentu saja kalau ini disetujui maka booster ini adalah yang ke-4, jadi kalau 1,2,3 ini masuk ke dalam paket vaksinasi lengkap, maka vaksinasi ke-4 ini sebagai booster. Kita tunggu saja,” tuturnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Covid-19 BA.4 dan BA.5 Teridentifikasi di IndonesiaKementerian Kesehatan menyebut bahwa kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah teridentifikasi di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk ke Indonesia, Begini GejalannyaSubvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk ke Indonesia, Begini Gejalannya. Kondisi itu, kata Syahril, dialami satu dari empat orang yang terinfeksi Omicron BA.4 dan BA.5.
Baca lebih lajut »
Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5 Tiba di Indonesia, Begini Kronologinya | Kabar24 - Bisnis.comKementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah ditemukan di Tanah Air.
Baca lebih lajut »
COVID-19 BA.4 dan BA.5 di Indonesia Hingga Dosa Suami ke IstriRound-up dari kanal Lifestyle pada Jumat, 10 Juni 2022. Salah satunya mengenai COVID-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang terdeteksi di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Kasus COVID-19 RI Naik, Gara-gara Omicron BA.4 dan BA.5?Seiring kabar ditemukan Omicron BA.4 dan BA.5 di Bali, kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir nampak mengalami peningkatan. Benarkah saling berkaitan?
Baca lebih lajut »
Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk RI, Yakin Baru Ada 4 Kasus?COVID-19 RI meningkat kembali sepekan terakhir, diduga gegara subvarian Omicron BA4. dan BA.5. Epidemiolog menguak potensi fenomena gunung es, ini catatannya.
Baca lebih lajut »