Kemendag Sebut Indomie yang Mengandung Zat Pemicu Kanker di Taiwan Diimpor oleh Diaspora Indonesia

Indonesia Berita Berita

Kemendag Sebut Indomie yang Mengandung Zat Pemicu Kanker di Taiwan Diimpor oleh Diaspora Indonesia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 17 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 10%
  • Publisher: 63%

Kementerian Perdagangan: Indomie yang diduga mengandung zat pemicu kanker di Taiwan memang berasal dari Indonesia.

TEMPO.CO, Jakarta - Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan Indomie yang diduga mengandung zat pemicu kanker di Taiwan memang berasal dari Indonesia. Menurutnya, produk itu bukan diekspor dari distributor resmi melainkan dibawa oleh para diaspora Indonesia. Didi mengaku telah mengkonfirmasi hal tersebut dari produsen dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei.

Sedangkan produk yang berasal dari distributor resmi sudah disesuaikan dengan negara tujuan ekspornya. Sedangkan produk yang diekspor dari Indonesia melalui distributor resmi, seluruhnya sudah disesuaikan dengan syarat-syarat yang diminta oleh Taiwan. Termasuk penyesuaian standar kandungan etilen oksida yang memicu kanker ini.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kemendag Sebut Produk Indomie di Taiwan Sudah Sesuai StandarKemendag Sebut Produk Indomie di Taiwan Sudah Sesuai StandarKemendag menanggapi produk Indomie yang ditarik dari pasar Taiwan karena ditemukan kandungan etilen oksida, zat pemicu kanker.
Baca lebih lajut »

Kemendag Jelaskan soal Indomie Ayam Spesial Ditarik di Taiwan dan MalaysiaKemendag Jelaskan soal Indomie Ayam Spesial Ditarik di Taiwan dan MalaysiaKemendag menegaskan produk Indomie Rasa Ayam Spesial yang diekspor ke Taiwan dan Malaysia sesuai standar dua negara tersebut. Begini penjelasannya.
Baca lebih lajut »

Taiwan dan Malaysia Tarik Indomie dari Pasar, Seberapa Berbahaya Etilen Oksida? |Republika OnlineTaiwan dan Malaysia Tarik Indomie dari Pasar, Seberapa Berbahaya Etilen Oksida? |Republika OnlineIndomie Rasa Ayam Spesial di Taiwan dan Malaysia ditemukan mengandung etilen oksida.
Baca lebih lajut »

Bagaimana Aturan Impor Etilen Oksida di Berbagai Negara?Departemen Kesehatan Taiwan mengumumkan penarikan mi instan Indomie Rasa Ayam Spesial dari pasar usai penemuan zat pemicu kanker pada sampel produk tersebut, yakni residu etilen oksida. Selain Indomie, produk mi instan lain yang ditarik peredarannya adalah Mie Kari Putih Ah Lai dari Malaysia. Etilen oksida merupakan senyawa kimia berupa gas yang mudah terbakar. Zat ini biasanya digunakan untuk pestisida atau mensterilkan peralatan dan perlengkapan medis serta digunakan dalam antibeku, poliester, deterjen, serat dan botol. Selain itu, etilen oksida kadar kecil biasa dipakai menjadi fumigan untuk sterilisasi kosmetik dan makanan. Penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya, termasuk etilen oksida, di seluruh dunia diatur lebih lanjut dalam perjanjian multilateral Konvensi Rotterdam. Sebagian besar negara, berjumlah 97 negara, memutuskan untuk tidak menyetujui impor zat tersebut, termasuk Indonesia. Larangan impor etilen oksida sebagai pestisida atau bahan tambahannya ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2015. Kemudian 37 negara lain menyetujui impor berdasarkan ketentuan berlaku, dan hanya 2 negara yang membolehkan impor zat tersebut. Perlu digarisbawahi bahwa kandungan etilen oksida (EtO) yang ditemukan dalam bumbu Indomie Rasa Ayam Spesial di Taiwan tidak lantas berarti zat tersebut digunakan dalam proses pembuatannya. Yang ditemukan oleh otoritas kesehatan Taiwan adalah residunya, yang biasanya muncul sebagai hasil dari interaksi kimiawi dengan senyawa lain dalam produk itu.  Otoritas Kesehatan Kota Taipei melaporkan keberadaan EtO pada bumbu mi instan Indomie Rasa Ayam Spesial sebesar 0,187 mg/kg (ppm). Taiwan tidak memperbolehkan adanya EtO pada pangan karena terkait limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan leukimia (kanker darah). Kadar 2-CE yang terdeteksi pada sampel di Taiwan yang sebesar 0,34 ppm dinilai masih jauh di bawah BMR 2-CE di Indonesia, yang ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebesar 85 ppm, dan di sejumlah
Baca lebih lajut »

Membedah Tujuan Ekspor Indofood (ICBP) ketika Indomie Terjegal di TaiwanMembedah Tujuan Ekspor Indofood (ICBP) ketika Indomie Terjegal di TaiwanKabar kurang sedap sempat menerpa raksasa produsen mi instan merek Indomie PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).
Baca lebih lajut »

Beda Sikap RI dan Malaysia soal Temuan Zat Pemicu Kanker pada Mi InstanBeda Sikap RI dan Malaysia soal Temuan Zat Pemicu Kanker pada Mi InstanPemerintah Indonesia dan Malaysia menyikapi berbeda temuan zat etilen oksida pada mi instan oleh otoritas Taiwan
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 08:04:36