Kementerian Perdagangan mengakui ada kendala distribusi minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) di pasar. Ini kata Kemendag.
dengan harga eceran tertinggi di pasar. Distribusi terganggu, pertama pedagang pasar masih menjual stok lama yang dibeli lebih mahal.
"Saat ini memang distribusinya terganggu. Saya masih berpikir positif. Distributor tidak mungkin menimbun karena harganya sudah dipatok. Saat ini pedagang pasar berusaha menghabiskan stok lama dulu," jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan , dalam dialog daring bertajuk Menjamin Ketersediaan Minyak Goreng, Selasa .
Oleh sebab itu, Oke mengungkap pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk pedagang pasar mengenai pola pengambilan stok lama minyak goreng. Pola pengembalian tersebut memperbolehkan pedagang kecil mengembalikan stok lama ke distributor. "Bahasa sederhananya, yang besar mengurusi yang kecil. Kalau pedagang mau mengembalikan, supplier harus menerima, begitu juga ke supplier lebih tinggi. Tetapi itu tidak berjalan dengan baik. Mereka banyak berdiskusi mengenai pengembalian dibandingkan segera memenuhi stok baru dengan harga baru," tuturnya.Masalah kedua, distributor masih ada yang tidak menerima pengembalian stok minyak goreng harga lama.
"Kebijakan terjadi delay, saya tidak ingin kalau mereka ada jaringan distributor sudah memiliki minyak goreng dengan harga murah tetapi memaksa pedagang menghabiskan dulu stok yang lama. Segera pasok, biarkan pedagang bisa mulai berdagang dengan minyak goreng yang harga murah," ucapnya."Pola return jangan diikat, kalau ada distributor yang mengikat habiskan dulu stok lama baru diberikan, itu laporkan," tutupnya.