Kemenag: Dokumen Kurikulum Merdeka Mungkin Sudah Matang, tetapi... Kemenag
jpnn.com, JAKARTA - Kepala Pusdiklat Tenaga teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag Mastuki mengatakan kolaborasi dengan para guru sangat penting dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
"Sebagai dokumen, Kurikulum Merdeka mungkin sudah matang. Namun, sebagai sebuah proses pembelajaran, Kurikulum Merdeka membutuhkan pengetahuan, penerjemahan, dan pengalaman kekinian yang luas," kata Mastuki dikutip dari laman Kemenag, Selasa Dia menegaskan Kurikulum Merdeka bisa dipelajari siapa saja dan kapan saja, teapi untuk mengimplementasikannya membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kolaborasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Aplikasi Buatan Tiga Guru Ini Permudah Penerapan Kurikulum MerdekaPeningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di era kemajuan teknologi, hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi khusus.
Baca lebih lajut »
Khofifah Luncurkan Gerakan Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka MandiriGerakan ini sebagai upaya dalam mewujudkan target 100 persen SMA/SMK dan SLB melaksanakan IKM Mandiri
Baca lebih lajut »
Kemenag Tunjuk 4 Ulama sebagai Imam Besar Masjid Sheikh Zayed | merdeka.com'Kami jaga agar supaya amanat ini bisa kami laksanakan dengan baik. Nanti kami segera mengadakan rapat dengan pengurus lain agar masjid ini bisa betul-betul bermanfaat bagi kita semuanya,' katanya.
Baca lebih lajut »
Pesan Supremasi Yahudi Mendominasi Kurikulum Pendidikan Baru yang Diusulkan Israel |Republika OnlineKurikulum dirumuskan oleh anggota komite yang semuanya Yahudi.
Baca lebih lajut »
CEK FAKTA: Hoaks Presiden Jokowi Tolak Malaysia Jadi Anggota Tetap G20 | merdeka.comBeredar video yang mengklaim Presiden Jokowi menolak Malaysia menjadi anggota tetap G20.
Baca lebih lajut »
Forum H20, Kemenag Ajak 104 Delegasi Dunia Bahas Jaminan Produk HalalDalam forum H20, BPJPH Kemenag mengundang perwakilan 104 LHLN dari 40 negara, sejumlah duta besar serta perwakilan kementerian/lembaga pemangku kepentingan.
Baca lebih lajut »