Alexandre Naime menambahkan hanya bisa berpasrah atas penanganan pandemi virus corona di Brasil.
Presiden Brasil Sebut Ada Jamur di Paru-parunya Pasca Pemulihan akibat Covid-19
“Kita harus hidup dalam keputusasaan, karena ini adalah tragedi seperti perang dunia. Tetapi Brasil berada di bawah pengaruh bius kolektif,” kata Jose Davi Urbaez, anggota senior dari Infectious Diseases Society. Dia dan pakar kesehatan masyarakat lainnya telah memperingatkan bahwa Brasil masih belum memiliki rencana terkoordinasi untuk memerangi pandemi virus corona.
Itu karena banyak pejabat berfokus pada"pembukaan kembali” yang kemungkinan akan semakin meningkatkan penyebaran virus corona dan memperburuk wabah Covid-19.Penggantinya adalah seorang jenderal militer yang telah meninggalkan seruan untuk menjaga jarak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Barcelona Ikat Pemain Muda Brasil dengan Nilai Jual 300 Juta EuroBarcelona berhasil mendapatkan tanda tangan pemain muda Brasil, Gustavo Maia dari Sao Paulo. Mereka mengikat pemain ini dengan harga jual 300 juta euro.
Baca lebih lajut »
Brasil Bakal Privatisasi Empat Perusahaan Besar |Republika OnlinePrivatisasi tersebut sudah mendapat restu dari Presiden Jair Bolsonaro.
Baca lebih lajut »
Brasil Anggarkan US$ 360 Juta untuk Vaksin AstraZenecaDia menyebut vaksin itu 'paling menjanjikan di dunia' untuk melawan virus.
Baca lebih lajut »
Lebih dari 50 Ribu Orang Meninggal Akibat Virus Corona di MeksikoMeksiko melaporkan total kematian akibat virus Corona (COVID-19) telah melampaui 50 ribu orang, yang tercatat sebagai total kematian tertinggi ketiga di dunia. VirusCorona Meksiko
Baca lebih lajut »
Penularan Covid di Kalsel Masih Tinggi Hingga Akhir Agustus |Republika OnlineAhli epidemiologi menyatakan penularan Covid-19 di Kalsel belum dapat dikendalikan.
Baca lebih lajut »