RSUD Buleleng selama beberapa tahun terakhir terpaksa menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengelola limbah medis. Padahal RSUD Buleleng sudah memiliki fasilitas pengelolaan limbah medis mandiri, berupa incinerator
Fasilitas incinerator tersebut terletak di bagian belakang rumah sakit. Lokasinya berdekatan dengan Ruang Jenazah RSUD Buleleng. Namun fasilitas tersebut sudah tidak berfungsi selama beberapa tahun terakhir.
Tadinya fasilitas itu sempat berfungsi. Namun pada tahun 2016 pemanfaatan fasilitas itu terhenti, karena belum mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan . Alhasil selama enam tahun terakhir fasilitas itu dibiarkan mangkrak. Padahal bila mengelola limbah mandiri, RSUD Buleleng bisa berhemat miliaran setahun.
Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan, sejak 2016 hingga kini pihaknya terpaksa menggunakan jasa pihak ketiga. Baik dalam hal pengangkutan hingga pengelolaan. Ongkosnya tidak murah, sebab pengangkutan dan pengelolaan dihitung per kilogram. Ongkosnya paling tidak Rp 2 milair setahun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kemiskinan Ekstrem 2022 di Buleleng Disebut Turun 50 Persen, Kini 5.314 KK'Menurunkan kemiskinan secara sederhana kurangi pengeluaran dan tambah pendapatan mereka,'
Baca lebih lajut »
Pemerintah Buleleng Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun, Kini Sisa 5.314 Kepala KeluargaPemerintah kabupaten Buleleng mengklaim angka kemiskinan ekstrem turun tajam. Semula angka kemiskinan ekstrem tercatat sebanyak 10.312 kepala keluarga (KK) pada awal tahun 2022. Namun pada akhir tahun, angka tersebut diklaim sudah turun menjadi 5.314 kepala keluarga.
Baca lebih lajut »
Mahfud: Hubungan Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan Sedang Tidak Baik-baik SajaMenurt Mahfud MD, hubungan demokrasi dan tata kelola pemerintahan saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Baca lebih lajut »
Investasi di Sektor Digital dan Energi Bersih Jadi Peluang Negara BerkembangPandemi covid-19 menciptakan peluang baru untuk adopsi infrastruktur digital dalam perdagangan dan tata kelola
Baca lebih lajut »
Tinjau Pengelolaan Sampah, Menteri LHK Observasi Sistem Kelola di Kawasan Pemukiman |Republika OnlinePengelolaan sampah pemukiman bisa lewat pilah, olah dan produktif
Baca lebih lajut »
Lagi-lagi Truk Sedot WC Buang Tinja Sembarangan di JakartaLagi-lagi truk penyedot WC membuang limbah tinja sembarangan di Jakarta. Sopir truk membuang limbah itu di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Baca lebih lajut »