JK menyebut China tidak bodoh dan sengaja melemahkan mata uang yuannya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkap salah satu strategi jitu yang dipakai Pemerintah China dalam mengakali perang dagang dengan Amerika Serikat . Salah satunya dengan menurunkan mata uang Yuan.
"Naik 20 persen, ya China tidak bodoh, dia melemahkan Yuan-nya, akibat melemahkan Yuannya, maka harga turun 20 persen di Amerika, dengan biaya masuk 20 persen, jadi sama kembali di Amerika," kata JK saat menjadi Keynote Speaker dalam Perayaan ulang tahun INDEF ke-24 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Buntut Perang Dagang, China Setop Beli Produk Pertanian ASChina memutuskan untuk menghentikan pembelian produk pertanian AS. Penghentian dilakukan untuk membalas ancaman serangan dagang baru dari AS.
Baca lebih lajut »
Perang dagang AS-China mendidihPerang dagang yang telah berjalan selama setahun antara Amerika Serikat dan China mendidih pada Senin (5/8) saat Washington menuding Beijing memanipulasi mata ...
Baca lebih lajut »
Pasar Asia Turun Tajam di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS-ChinaMeningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang membuat harga-harga saham Amerika anjlok pada hari Senin terus bergaung di seluruh dunia, sementara harga saham Asia mengalami
Baca lebih lajut »
AS Tak Ingin Eskalasi Perang Dagang dengan ChinaGedung Putih memberi petunjuk pihaknya tidak bermaksud melakukan eskalasi perang dagang dengan Beijing, setelah pemerintahan Trump mendeklarasikan China sebagai manipulator mata uang, sebuah tindakan
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Stabil, Perang Dagang AS-China Tetapi Jadi Perhatian UtamaHarga minyak mentah stabil pada perdagangan hari ini, di tengah potensi perlambatan ekonomi global yang dikhawatirkan bakal...
Baca lebih lajut »
Perang Dagang Memanas, Kurs Yuan China Semakin TersungkurKurs yuan China semakin tersungkur melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (7/8), di tengah memanasnya perang kurs antara AS dan China.
Baca lebih lajut »