Dengan pengawasan, KPI diharapkan fokus pada seleksi konten.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kalangan orang tua anak, terutama ibu-ibu, mendukung wacana Komisi Penyiaran Indonesia untuk mengawasi konten media sosial. Sehingga, anak-anak mereka tak terpapar konten negatif yang bertebaran di berbagai platform media sosial.
Hal serupa disampaikan Riesty Yusnilaningsih . Menurut dia, dengan adanya fitur pembatasan yang sudah disediakan, yakni Youtube Kids, maka tugas KPI diharapkan lebih difokuskan ke seleksi konten di kanal khusus anak tersebut. Meski demikian, Riesty berpendapat, tetap yang terpenting adalah pengawasan orang tua. Orang tua, kata dia, harus memantau terus konten apa yang dibuka oleh anak-anaknya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ibu-Ibu Ikut Bersihkan Limbah Minyak Mentah di KarawangWarga yang membersihkan limbah minyak mentah mendapatkan honor Rp 100 ribu per hari.
Baca lebih lajut »
Ibu-ibu Ikut Bersihkan Limbah Minyak Mentah di KarawangKades Cemarajaya mengatakan berbagai lapisan masyarakat di wilayahnya terjun membersihkan tumpahan minyak di bibir pantai, termasuk warga nelayan dan ibu-ibu.
Baca lebih lajut »
Ibu-ibu dari Kemendikbud Tidak Mau Sembarangan Salurkan Hewan KurbanDharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbud menyerahkan hewan kurban di daerah kantong kemiskinan, Senin (12/8). Hewankurban
Baca lebih lajut »
Gojek Latih Ibu-Ibu NU Surabaya Jadi PengusahaGojek menggelar pelatihan bersama dengan Muslimat NU di Surabaya terkait dengan pengembangan UMKM di wilayah tersebut.
Baca lebih lajut »
Kaum Milenial Bisa Berkurban Hanya dengan Rp 1 JutaTuntutan berkurban tidak dibatasi usia mapan atau lanjut. Usia belia pun dituntut untuk bisa berkurban.
Baca lebih lajut »
Woodstock, Puncak Mimpi Kaum HippieWoodstock mencakup banyak hal, namun satu yang pasti, perayaan itu dipuja banyak orang sebagai batu ujian budaya suatu generasi.
Baca lebih lajut »