Kate Middleton berbagi tips cara mengatasi perasaan yang pasang surut selama lockdown akibat pandemi Covid-19.
TEMPO.CO, Jakarta - Kate Middleton berbicara tentang dampak lockdown akibat pandemi Covid-19 terhadap kesehatan mental setiap orang. Terlepas dari status kerajaannya, dia mengatakan bahwa dia dan suaminya, Pangeran William, juga berjuang dengan hal yang sama.
Baca: Kate Middleton Batasi Anak-anaknya Nonton Televisi saat IsolasiDia juga berbagi tips sederhana mengatasinya. “Berbicara dengan seseorang, apakah itu teman, anggota keluarga atau guru, adalah sesuatu yang dapat kamu lakukan untuk membuat dirimu merasa sedikit lebih baik,” kata perempuan 38 tahun ini. Selain itu, dia menyarankan anak-anak membantu orang lain untuk merasa lebih baik juga, seperti menawarkan diri untuk mendengarkan orang lain menyampaikan keluh kesahnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KADIN Jatim: Temuan Obat Covid-19 Gairahkan Dunia Usaha |Republika OnlineEkonomi nasional selama pandemi Covid-19 masih lebih baik dibanding beberapa negara
Baca lebih lajut »
Louvre Sarankan IBL Gelar Manajer Meeting Lagi |Republika OnlinePerbasi baru merilis panduan olahraga basket selama pandemi Covid-19 new era.
Baca lebih lajut »
Susah Pangkas Rambut, Duta Besar Ini Minta Bantuan AnakSelama pandemi Covid-19, menata rambut menjadi urusan pelik. Intip kisah Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Abdul Kadir Jailani atasi masalah rambut.
Baca lebih lajut »
Pemkot Solo Gencar Sosialisasi Tunda Hamil Selama Pandemi |Republika OnlinePemkot menilai ibu hamil memiliki risiko tinggi tertular Covid-19 selama pandemi
Baca lebih lajut »
Inilah Dampak Kehilangan Jam Kerja Terhadap Daya BeliPengurangan jam kerja selama pandemi Covid-19 memengaruhi daya beli masyarakat.
Baca lebih lajut »
Ada 4 Tipe Wisatawan Saat Pandemi Covid-19, yang Keempat Paling BerbahayaPara wisatawan mulai merencanakan perjalanan setelah sekian lama di rumah saja selama masa pandemi covid-19. Wisatawan
Baca lebih lajut »