Beyond the Breaking News

Kata KPK Disebut Adu Cepat dengan Polda Usut Kasus Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

Indonesia Berita Berita

Kata KPK Disebut Adu Cepat dengan Polda Usut Kasus Pemerasan Syahrul Yasin Limpo
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

KPK memastikan mendukung penuh pengusutan dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh pimpinan KPK yang tengah diusut Polda Metro Jaya.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata angkat suara soal disebut adu cepat dengan Polda Metro Jaya dalam pengusutan kasus dugaan pemerasan yang menyeret mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan pimpinan KPK.

Diketahui, KPK mengusut dugaan korupsi berupa pemerasan dalam jabatan yang diduga dilakukan Syahrul Yasin Limpo terhadap pejabat di Kementerian Pertanian . Sementara Polda juga mengusut kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dalam jabatan yang diduga dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo terkait penanganan perkara korupsi di Kementan. BACA JUGA: Dugaan Uang Korupsi Syahrul Yasin Limpo ke Partai, Nasdem Sebut Penggiringan Opini Publik BACA JUGA: Kata KPK Jika Firli Bahuri Jadi Tersangka Pemerasan Syahrul Yasin Limpo BACA JUGA: SYL: Saya Akan Ikuti Semua Proses Hukum, Jangan Hakimi Dulu BACA JUGA: Polda Metro Jaya Kirim Surat Supervisi ke KPK dalam Kasus Dugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo Baca Juga "KPK vs Polda adu cepat tadi sudah saya sampaikan, tidak perlombaan di sini, masing-masing sudah menjalankan perkerjaannya secara independen," ujar Alex dalam keterangannya dikutip Sabtu . Diduga pimpinan KPK, Firli Bahuri memeras Syahrul Yasin Limpo terkait penanganan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian . Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan pihaknya akan memfasilitasi Polda Metro Jaya jika ingin memeriksa Syahrul Yasin Limpo yang kini ditahan di rutan KPK. "Kami mendukung polda, misalnya nanti Polda membutuhkan keterangan dari para tersangka yang ditahan KPK, tentu kami akan memfasilitasi," ujar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat . Alex meyakinkan tidak ada persaingan antara KPK dengan Polda dalam mendalami kasus dugaan pemerasan tersebut. Alex memastikan, baik KPK maupun Polda akan bertindak profesional dalam menuntaskan kasus ini.* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini 2 dari 4 halamanAlex Mengaku Tersinggung dengan Polda MetroMeski demikian, Alex mengaku tersinggung dengan Polda Metro Jaya karena mengusut kasus dugaan pemerasan yang diduga dilakukan pimpinan KPK terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Alex mengaku tersinggung karena dirinya merupakan salah satu pimpinan di lembaga antirasuah. "Kami menangani dugaan tindak padana korupsi di Kementan dengan tersangka tiga orang yang sudah disebutkan. Polda menangni pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan. Saya sebetulnya tersinggung juga, saya termasuk pimpinan loh," ujar Alex. Dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK terhadap Syahrul Yasin Limpo sudah ditingkatkan ke penyidikan oleh Polda Metro Jaya. Menurut Alex, penyidikan yang dilakukan Polda seolah mengarah kepada dirinya sebagai pimpinan KPK. "Artinya apa, penyidikan itu kan diarahkan juga ke saya, saya bagian dari pimpinan," Alex menambahkan.3 dari 4 halamanKasus Naik PenyidikanDirektur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak menyatakan status penanganan kasus dugaan pemerasan dalam jabatan yang dilakukan Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo naik ke tingkat penyidikan. Syahrul Yasin Limpo diduga diperas Firli Bahuri berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian . Ade Safri mengatakan, sebelum meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan, pihaknya sudah lebih dahulu melakukan gelar perkara pada Jumat, 6 Oktober 2023 kemarin. "Pada jumat tanggal 6 Oktober 2023 telah dilaksanakan gelar perkara untuk kepentingan peningkatan status penyelidikan ke tahap penyidikan dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau penerimaan hadiah atau janji oleh pegawa negeri atau penyelenggara negara terkait penanganan masalah hukum di Kementan RI pada sekira kurun waktu tahun 2020 hingga 2023," ujar Ade Safri di Polda Metro Jaya, Sabtu . Ade Safri mengatakan pihaknya menggunakan Pasal 12 huruf e atau pasal 12 huruf B, atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 65 KUHP. Ade menyebut, dengan ditingkatkannya status penanganan perkara ke penyidikan, maka pihaknya akan segera menerbitkan surat perintah penyidikan untuk mengumpulkan bukti lanjutan berkaitan dengan kasus ini. "Selanjutnya akan diterbitkan sprint penyidikan untuk lakukan serangkaian tindakan penyidikan menurut cara yang diatur undang-undang guna mencari dan mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan menemukan tersangknya," kata Ade. 4 dari 4 halamanSyahrul Yasin Limpo 3 Kali DiperiksaMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah tiga kali dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penanganan perkara di Kementerian Pertanian Tahun 2021. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. Dia mengatakan, pemeriksaan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk ketiga kali berlangsung pada Kamis sore. "Di mana beliau telah dimintai keterangan untuk klarifikasi sebanyak tiga kali dan hari ini adalah yang ketiga kalinya beliau dimintai keterangan atau klarifikasi atas dugaan tindak pidana yang terjadi dan itu dilaporkan," kata Ade di Polda Metro Jaya, Kamis malam. Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK mencuat setelah Subdit V Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menerima aduan masyarakat atau Dumas pada 12 Agustus 2023. Ade menerangkan, pihaknya kemudian menerbitkan surat perintah penyelidikan pada 21 Agustus 2023 untuk melakukan menemukan unsur pidana terhadap peristiwa yang dilaporkan. Beberapa saksi dimintai keterangan sejak 24 Agustus 2023 sampai 5 Oktober 2023. Totalnya, ada 6 orang telah dimintai keterangan ataupun klarifkasi oleh tim penyelidik Subdit V Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. "Tim penyelidik mulai melakukan undangan klarifikasi terhadap 6 orang sampai saat ini yang sudah kami minta keterangan maupun klarifikasinya salah satunya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 5 orang lainnya driver maupun ADC beliau," ujar dia.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

GooglePlease follow us on Google to support us
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Update Kasus Dugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo: Polda Metro Jaya Periksa 3 Saksi, Ada Pegawai KPKUpdate Kasus Dugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo: Polda Metro Jaya Periksa 3 Saksi, Ada Pegawai KPKPolda Metro Jaya hari ini Kamis (12/10/2023), memeriksa tiga orang saksi terkait kasus dugaan pemerasan pada Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Baca lebih lajut »

Meski Ditangani Polda Metro, Bareskrim Ikut Pelototi Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK kepada Syahrul Yasin LimpoMeski Ditangani Polda Metro, Bareskrim Ikut Pelototi Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK kepada Syahrul Yasin LimpoBareskrim Polri ternyata ikut memberikan asistensi kepada Polda Metro Jaya atas penyidikan kasus pemerasan diduga dilakukan Pimpinan KPK dalam penanganan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) 2021.
Baca lebih lajut »

Dugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo, Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Ketua KPK Firli BahuriDugaan Pemerasan Syahrul Yasin Limpo, Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Ketua KPK Firli BahuriPolisi menegaskan bakal memanggil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri untuk diperiksa saksi. Pemeriksaan berkaitan dengan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Pimpinan KPK dalam penanganan perkara di Kementerian Pertanian Tahun 2021.
Baca lebih lajut »

Syahrul Yasin Limpo Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Kasus Dugaan Pemerasan di Polda Metro?Syahrul Yasin Limpo Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Kasus Dugaan Pemerasan di Polda Metro?Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Baca lebih lajut »

KPK Tersinggung Polda Usut Dugaan Pemerasan Pimpinan terhadap Syahrul Yasin LimpoKPK Tersinggung Polda Usut Dugaan Pemerasan Pimpinan terhadap Syahrul Yasin LimpoWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengaku tersinggung dengan Polda Metro Jaya karena mengusut kasus dugaan pemerasan yang diduga dilakukan pimpinan KPK terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Baca lebih lajut »

KPK Siap Fasilitasi Polda Metro Periksa Syahrul Yasin Limpo Terkait Dugaan Pemerasan Firli BahuriKPK Siap Fasilitasi Polda Metro Periksa Syahrul Yasin Limpo Terkait Dugaan Pemerasan Firli BahuriBerita KPK Siap Fasilitasi Polda Metro Periksa Syahrul Yasin Limpo Terkait Dugaan Pemerasan Firli Bahuri terbaru hari ini 2023-10-13 22:40:30 dari sumber yang terpercaya
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-07-20 07:12:01