Bamsoet: 'Pak Jokowi tidak akan memberikan restu-restuan, karena saya menganggap Pak Jokowi kepala negara.'
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019. Bamsoet membantah kunjungan itu dalan rangka sowan dalam rangka pencalonan dirinya sebagai calon ketua umum Golkar.'Pak Jokowi tidak akan memberikan restu-restuan, karena saya menganggap Pak Jokowi kepala negara,' kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat ditemui usai pertemuan itu.
Sebagai negarawan, kata Bamsoet, Jokowi tidak ingin masuk ke urusan partai.'Yang diinginkan beliau, siapapun, di partai manapun, yang akan berkompetisi, beliau mempersilakan yang penting berlangsung secara demokrasi,' kata Bamsoet.Tak hanya itu, Bamsoet juga mengatakan Jokowi memberi pesan terkait urusan pemilihan Ketum Golkar yang segera datang itu. 'Pesan beliau yang lalu jangan sampai terpecah,' kata Bamsoet.Ini bukan kali pertama Bamsoet menyambangi Istana secara khusus.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bamsoet dorong munas Golkar sebelum pelantikan Presiden JokowiKetua DPR Bambang Soesatyo yang juga mencalonkan diri sebagai ketua umum Golkar mendorong agar musyawarah nasional (munas) partai tersebut dapat dilakukan ...
Baca lebih lajut »
Bertemu Bamsoet, Jokowi Berpesan Golkar tak TerpecahBambang Soesatyo menemui Presiden Jokowi di Istana Presiden
Baca lebih lajut »
Bambang Seosatyo: Pesan Presiden Jokowi, Jangan Sampai Golkar PecahMunas Golkar akan digelar Desember 2019.
Baca lebih lajut »
Bambang Soesatyo: Pesan Presiden Jokowi, Jangan Sampai Golkar PecahMunas Golkar akan digelar Desember 2019.
Baca lebih lajut »
Bamsoet Minta Jokowi Menjadi SaksiBamsoet mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan memberikan restu apa pun untuk calon ketua umum Partai Golkar. Bamsoet
Baca lebih lajut »
Bamsoet Minta Gerindra Siap-siap Kawal Pemerintahan Jokowi Hingga 2024'Dan sebaiknya partai-partai politik, termasuk Gerindra dan lain-lainnya, siap mengawal dan bekerja dalam kabinet Jokowi hingga 2024,' kata Bamsoet.
Baca lebih lajut »