Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengusut kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.
TEMPO.CO, Jakarta - KPK terus mengusut kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Hari ini, penyidik mengagendakan pemeriksaan dua petinggi perusahaan pengelola tempat pemakaman mewah San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes.Kedua petinggi San Diego Hills itu adalah General Manager Andy Kurniawan dan Edward Danny Suhenda.“Akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HSO ,” kata Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin, 22 Juni 2020.
KPK menyangka Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima suap dan gratifikasi Rp 46 miliar terkait pengurusan perkara di MA. KPK menduga uang itu bersumber dari Direktur Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.Kasus Nurhadi hasil pengembangan dari operasi tangkap tangan pada 20 April 2016 terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Ariyanto Supeno. Kala itu KPK menyita uang Rp 50 juta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
UPDATE 20 Juni: Tambah 1.226 Kasus Baru, Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 45.029Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia menembus angka 45.029 hingga Sabtu kemarin.
Baca lebih lajut »
Update Covid-19: Tambah 1.226, Kasus Positif Jadi 45.029Pada Sabtu (20/8/2020), terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.226. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 45.029.
Baca lebih lajut »
Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid di DKI Jakarta RendahKementerian Kesehatan menyebut penambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta dalam tujuh hari terakhir tergolong rendah.
Baca lebih lajut »
Menguak Berbagai Studi Soal UFO, Pelajari 100 Ribu KasusStudi soal UFO telah dilakukan lebih dari 50 tahun lalu dan mempelajari sekitar 100 ribu kasus.
Baca lebih lajut »