Orangtua korban berencana mencabut laporan di polisi usai guru yang memukul anaknya itu meminta maaf.
, Jawa Timur, yang menjadi korban kekerasan di sekolah telah memaafkan guru yang memukul dirinya.
Saat dikunjungi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di kediamannya di Jalan Kutisari Utara Gang 3, Rabu , orangtua MR juga telah memaafkan oknum guru berinisial JS tersebut.Positif Covid-19 di Jatim Melonjak 760 Kasus, Surabaya TertinggiAli juga mengaku sangat lega ketika mengetahui JS sudah tidak lagi mengajar di SMPN 49 dan ditarik ke kantor Dinas Pendidikan Surabaya.
Untuk itu pihaknya tengah mempertimbangkan mencabut laporannya kepada pihak kepolisian yang saat ini ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya."Ada kemungkinan. Bahkan besar kemungkinan saya bisa mencabut laporan. Saya masih pertimbangkan, saya perlu shalat istikharah untuk mengambil keputusan,” kata Ali.Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semuanya, terutama para guru.
Bagi dia, guru adalah orangtua kedua yang tidak mungkin pernah mau tahu dan tidak pernah mau lihat anaknya sedih.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Siswa dan Guru Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah, Total 85 Kasus Dari 19 SekolahBeritaTerkini Siswa dan Guru Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah, Total 85 Kasus Dari 19 Sekolah pemkotbogor klastersekolah ptm
Baca lebih lajut »
|em|Update|/em| Kasus Omicron Indonesia: 2.980 Kasus Per Senin |Republika OnlineKasus omicron Indonesia dari Desember 2021 hingga Senin tercatat 2.980.
Baca lebih lajut »
Sebaran Kasus Corona Indonesia 31 Januari 2022: DKI Jakarta Tertinggi dengan 5.268 Kasus - Tribunnews.comBerikut update data sebaran kasus Corona atau Covid-19 di Indonesia per Senin (31/1/2022).
Baca lebih lajut »
Update Covid-19: Kasus Harian 16.021, Jakarta Sumbang 6.391 KasusHari ini kasus Covid-19 melonjak dengan penambahan kasus terbanyak di DKI Jakarta dengan 6.391 kasus
Baca lebih lajut »