Kasus positif COVID-19 terus naik akibat varian omicron. Pemerintah menaikkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 3 di sejumlah daerah.
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah kembali mengetatkan kegiatan dan aktivitas masyarakat dengan menetapkan status level 3 PPKM pada wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi , Jogjakarta, Bali, dan Bandung Raya.saat ini kami sampaikan bahwa aglomerasi Jabodetabek, Jogyakarta, Bali, Bandung Raya, akan ke level 3. Hal ini terjadi bukan akibat tingginya kasus, tapi juga karena rendahnya.
Adapun penyesuaian dalam level 3 PPKM tersebut di antaranya, industri yang berorientasi ekspor dan domestik dapat terus beroperasi 100 persen, pusat perbelanjaan seperti supermarket, mall, pasar dapat beroperasi hingga pukul 20.00 atau 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung maksimal 60 persen.
“Jadi yang saya ingin sampaikan, tidak usah panik kalau melihat jumlah kasusnya naik tinggi. Karena memang yang lebih penting yaitu yang masuk RS dan wafat jauh lebih rendah dan masih bisa terkendali. Jadi penting sekali publik memahami bahwa jumlah kasus akan naik tinggi. Di negara-negara lain bisa 2-3 kali lipat delta. Yang penting kita bisa menjalankan terus prokes, agar yang masuk ke RS dan kemudian yang wafat itu di bawah rata-rata,” ungkap Budi.
Seorang nakes melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani tes PCR COVID-19 di sebuah sekolah di Bandung, Jawa Barat, 7 Februari 2022. “Sekali lagi jangan panik tapi juga jangan jumawa, tetap waspada, kalau sedang naik di kota kita, kurangi mobilitas, stay aja di rumah, InsyaAllah nanti di akhir Februari kita bisa mengatasi pandemi,” tegasnya.Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kenaikan kasus corona juga terjadi di luar Jawa dan Bali. Ia menjelaskan angka reproduksi efektif di sejumlah provinsi seperti Sumatera, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara dan Sulawesi rata-rata sudah menyetuh level di atas satu.
“Kalau kita lihat dari segi arahan Bapak Presiden perlu percepatan untuk vaksinasi, baik dosis 1 dan 2. Memang di luar Jawa dan Bali yang sudah di atas 70 persen untuk dosis keduanya baru Kepri 85,6 persen, dan Kalimantan Timur 71,2 persen, Bangka Belitung 68,3 persen, dan Kalimantan Utara 65,9 persen. Sisanya di bawah 60 persen. Oleh karena itu dosis kedua menjadi penting terutama untuk kelompok lansia dan comorbid.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kepala Satgas Covid-19 Bicara tentang Puncak Kasus Covid-19 dan Tren Bencana AlamKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menjelaskan tren bencana di Indonesia hingga upaya antisipasi jika terjadi puncak kasus infeksi Covid-19, yang diprediksi pada Februari ini.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah: Jangan Takut Beraktivitas!Pemerintah merekomendasikann masyarakat beraktivitas seperti biasanya.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Pastikan Gelaran MotoGP Tetap JalanMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan gelaran MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih akan tetap jalan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri.
Baca lebih lajut »
Update Covid-19: Tes Mingguan Naik 19 Persen, Kasus Positif Naik 205 Persen | Kabar24 - Bisnis.comSatgas Covid-19 mencatat rata-rata tes mingguan naik 19 persen dengan kasus positif naik 205 persen.
Baca lebih lajut »
Update Covid-19: Terus Naik, Kasus Konfirmasi 36.057, Kasus Aktif 188.899Update Covid-19: Kasus baru positif Covid-19 naik menjadi 36.057, dibandingkan kemarin sebanyak 33.729. Selengkapnya: 👇 UpdateCovid19
Baca lebih lajut »
Kasus COVID-19 di KBB Terus Melonjak, Sehari Muncul 25 Kasus BaruTren peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Tren peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Bandung...
Baca lebih lajut »