Kasus Covid-19 Meroket, India Kekurangan Tempat Tidur RS |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Kasus Covid-19 Meroket, India Kekurangan Tempat Tidur RS |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 74 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 33%
  • Publisher: 63%

New Delhi India butuh 80.000 tempat tidur lagi untuk tangani lonjakan pasien Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kasus infeksi virus corona di India terus merangkak naik setiap hari, sehingga membuat sistem kesehatan mulai kewalahan. Dua kota besar di India, yakni New Delhi dan Mumbai melaporkan kekurangan tempat tidur di unit perawatan intensif , serta bangsal perawatan umum. Baca Juga Wakil Kepala Menteri Delhi, Manish Sisodia mengatakan, Delhi memiliki kasus virus corona lebih dari setengah juta. Sedangkan, kapasitas rumah sakit tidak dapat menampung pasien sebanyak itu.

Jumlah infeksi virus corona di New Delhi melonjak menjadi 29.943 pada Selasa , dan menyumbang lebih dari 10 persen dari total kasus India. Hal itu menjadikan Delhi sebagai daerah paling parah ketiga setelah negara bagian Maharashtra dan Tamil Nadu.Berdasarkan data aplikasi pelacakan virus corona, Delhi memilki 8.814 tempat tidur untuk pasien virus corona dan lebih dari setengahnya sudah terisi.

Selain itu, kota Mumbai yang menjadi episentrum penyebaran virus corona juga mengalami kekurangan tempat tidur. Seorang pejabat Mumbai mengatakan kepada NDTV bahwa, hanya ada 30 tempat tidur ICU yang tersisa di seluruh rumah sakit kota. Kepala Brihanmumbai Municipal Corporation , Iqbal Chahal mengatakan, pemerintah negara bagian berancana menambah lebih banyak tempat tidur dalam beberapa hari mendatang. Sebuah laporan oleh surat kabar Indian Express pada Selasa, yang mengutip data BMC mengatakan, 99 persen tempat tidur ICU Mumbai dan 94 persen dari ventilator sudah digunakan. Mumbai memiliki 1.094 tempat tidur ICU di rumah sakit umum dan swasta, dengan 1.083 di antaranya sudah terisi.

Pada Senin, India membuka kembali pusat perbelanjaan dan restoran sebagai upaya untuk menggerakkan kembali perekonomian negara setelah ditutup pada Maret lalu. Namun, para ahli kesehatan mengatakan, pelonggaran lockdown di India terlalu cepat karena puncak pandemi virus corona diprediksi akan terjadi sekitar beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

847 Kasus Positif COVID-19 per 8 Juni 2020 Tersebar di 19 Provinsi Ini847 Kasus Positif COVID-19 per 8 Juni 2020 Tersebar di 19 Provinsi IniBerikut kasus positif COVID-19 di 19 provinsi yang bertambah pada 8 Juni 2020.
Baca lebih lajut »

Hari Pertama Masa Transisi, Gresik Umumkan 19 Kasus Positif Covid-19 BaruHari Pertama Masa Transisi, Gresik Umumkan 19 Kasus Positif Covid-19 Baru'Tambahan positif sebanyak 19 ini, 15 di antaranya berasal dari tracing yang dilakukan pada dua dan tiga minggu yang lalu,' kata Saifudin Ghozali.
Baca lebih lajut »

Pemkot Bekasi Dinilai Kurang Transparan Soal Data Kasus Covid-19Pemkot Bekasi Dinilai Kurang Transparan Soal Data Kasus Covid-19Dalam laman resmi Pemkot Bekasi tak ada grafik sebulan atau seminggu perkembangan kasus Covid-19 di daerah itu.
Baca lebih lajut »

Selama pandemi COVID-19, RI hadapi 16 kasus 'trade remedies'Selama pandemi COVID-19, RI hadapi 16 kasus 'trade remedies'Selama masa COVID-19, Indonesia menghadapi 16 kasus trade remedies, yaitu instrumen yang digunakan secara sah untuk melindungi industri dalam negeri suatu negara dari kerugian akibat praktik perdagangan tidak sehat terhadap produk ekspor Indonesia.
Baca lebih lajut »

Pelonggaran PSBB Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19Pelonggaran PSBB Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19Sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta mulai melongarkan PSBB. Hal ini dinilai beresiko memunculkan kasus baru Covid-19.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 10:55:14