Kapten Edhie Lettu Doni Sepiring Berdua dalam Selimut Tempur |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Kapten Edhie Lettu Doni Sepiring Berdua dalam Selimut Tempur |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 68 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 63%

Doni mengingat Pramono Edhie sebagai pemimpin yang tak memikirkan dirinya sendiri. kapten edhielettudoni pramonoedhie

Pantai Betano berpasir putih nan indah. Apalagi saat matahari terbit. Untuk menjangkaunya, bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Same. Same merupakan kota di pedalaman Timor Timur . Sekitar 81 kilometer di selatan Kota Dili. Dari Dili ke Same ditempuh kurang lebih lima jam.

“Don, kita tidur di pos pengawas saja,” kata Kepala Seksi Operasi Satgas Kopassus di Timor Timur, Kapten Pramono Edhie Wibowo kepada Letnan Satu Doni Monardo, jelang akhir September 1990. Doni terkenang dengan selimut tersebut. Saat berkunjung ke Amerika Serikat suatu hari, ia mencari selimut bertuliskan US Army. Selimut tempur yang mirip seperti kepunyaan Pramono Edhie Wibowo. “Bang Edhie dekat dengan saya. Jika bertemu kerap menanyakan anak pertama saya, Azzianti,” kata Doni, haru. Pada Ahad malam WIB, penulis mengunjungi Doni Monardo di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana , Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Betul saja, selama 12 tahun, sejak 1986 hingga 1998, kerja Doni sebagai personel pasukan komando hanya berlatih, berlatih, dan berlatih, kemudian terjun dalam operasi tempur. Terakhir, penanganan kerusuhan massa dalam peristiwa Mei 1998. “Saya memimpin pasukan yang kecil. Dulu saya kalau makan satu piring dengan prajurit. Saya berusaha membangun kedekatan dengan mereka. Kalau tidak, pas lagi tempur, mereka bisa ninggalin kita. Habislah kita," kisah Edhie.

Bertempur secara kesatria, jangan menganiaya lawan yang sudah menyerah. Itulah salah satu pesan Kapten Edhie di medan tempur. Saat Edhie menjadi bagian dari tim Satgas Kopassus di Timor Timur, dipimpinan oleh Letkol Sjafrie Sjamsoeddin.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kapten Edhie Lettu Doni Sepiring Berdua dalam Selimut Tempur |Republika OnlineKapten Edhie Lettu Doni Sepiring Berdua dalam Selimut Tempur |Republika OnlineDoni mengingat Pramono Edhie sebagai pemimpin yang tak memikirkan dirinya sendiri.
Baca lebih lajut »

Doni Monardo Persilakan KPK Sadap Telepon Pejabat Gugus Tugas Covid-19Doni Monardo Persilakan KPK Sadap Telepon Pejabat Gugus Tugas Covid-19'Jadi kalau seandainya ditemukan ada indikasi, langsung berukan peringatan. (Kalau) dikasih peringatan enggak bisa, ya hukum ditegakkan,' katanya.
Baca lebih lajut »

Doni Monardo: Orang Tua Dibenarkan untuk Tak Izinkan Anaknya ke SekolahDoni Monardo: Orang Tua Dibenarkan untuk Tak Izinkan Anaknya ke SekolahKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Mendikbud,...
Baca lebih lajut »

Doni Monardo Harap Mobile Lab Karya BPPT Bisa MenduniaDoni Monardo Harap Mobile Lab Karya BPPT Bisa MenduniaDoni Monardo berharap lewat inovasi ini, para peneliti dan periset di Indonesia tidak berhenti terus meneliti dan menghasilkan berbagai inovasi lainnya.
Baca lebih lajut »

Doni Monardo: Protokol Kesehatan adalah Harga MatiDoni Monardo: Protokol Kesehatan adalah Harga MatiProtokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 merupakan harga mati yang tak bisa ditawar.
Baca lebih lajut »

Doni Monardo: Protokol kesehatan cegah COVID-19 adalah harga matiKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 adalah harga mati selama masa ...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 15:16:19