Pelaksanaan TFG menjadi hal penting guna setiap instansi yang mengamankan KTT ASEAN.
Menurut Sigit, pelaksanaan TFG menjadi hal penting guna setiap instansi yang mengamankan seperti TNI, Polri, BIN, BSSN dan instansi lain agar memiliki pemahaman yang sama.
Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan antara TNI-Polri sudah mengetahui tugas dan tanggungjawab dalam pengamanan. Hal ini sangat penting agar penyelenggaraan KTT ASEAN berjalan aman dan sukses. "Tentunya harapan kita permasalahan-permasalahan yang ada bisa kita lakukan mitigasi penyelesaiannya seperti apa. Tentu kita akan bantu komunikasikan itu terkait hal-hal yang bersifat unjuk rasa. Dan bagaimana pola penanganannya. Sehingga di satu sisi kebebasan berekspresi tetap bisa diberikan. Namun disisi lain, tidak mengganggu jalannya proses KTT ASEAN itu sendiri. Itu yang utama," ucap Sigit.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Antisipasi Serangan Siber Saat KTT ke-42 Asean, Polri Kerahkan 8 SatgasPolri menyiapkan satgas khusus untuk mengantisipasi serangan siber pada saat pelaksanaan KTT ke-42 Asean.
Baca lebih lajut »
Indonesia Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Jelang KTT ASEANJelang KTT ASEAN di Labuan Bajo pekan depan, Indonesia dengan tegas meminta penghentian kekerasan di Myanmar.
Baca lebih lajut »
Mengenal Tema KTT ASEAN 'Epicentrum of Growth', Apa Itu?Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia mengangkat tema 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth'. Lalu seperti apa tema yang diangkat tersebut?
Baca lebih lajut »
BP2MI Harap KTT ASEAN Hasilkan Regulasi Perangi Praktik Perdagangan Orang |Republika OnlineBP2MI menilai perdagangan orang merendahkan nilai HAM.
Baca lebih lajut »
Perhelatan KTT ASEAN Momentum Dorong Pariwisata Labuan BajoBPO Labuan Bajo juga telah menyiapkan akomodasi, transportasi, listrik hingga sinyal telekomunikasi.
Baca lebih lajut »
KM Sinabung Milik PELNI Jadi Akomodasi Gratis Selama KTT ASEAN BerlangsungKapal penumpang milik PT PELNI ini akan dijadikan akomodasi bagi peserta dan pendukung selama KTT berlangsung, tanpa dipungut biaya.
Baca lebih lajut »