Bank Indonesia (BI) mengaku siap mengimplementasikan rencana redenominasi alias penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengurangi nilai.
Liputan6.com, Jakarta - Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim, usai Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan berkah Idul Fitri 2023, di Kantor BI, Senin .Namun untuk waktu pelaksanaan redenominasi, kata Marlison masih belum ada kejelasan. Tapi yang pasti jika Pemerintah memerintahkan, maka Bank Indonesia selalu siap.
Sudah Terapkan Redenominasi Dikutip dari laman Kemenkeu, jika melihat fenomena di masyarakat, pada saat ini tanpa disadari sebenarnya masyarakat secara tidak langsung telah menerapkan redenominasi rupiah meski secara informal. Jika kita berjalan-jalan di mall, restoran, café, atau bioskop, terpampang daftar harga atau tarif dengan embel-embel “K” dibelakang digitnya.
Dari fenomena tersebut, tanpa disadari, sebetulnya masyarakat secara tidak langsung sudah menerapkan redenominasi rupiah meski secara informal. Artinya selama ini tidak ada ketentuan resmi dari otoritas moneter Bank Indonesia, namun masyarakat sudah biasa melakukannya dalam transaksi dan pencatatan rupiah sehari-hari.
Di dalam video tersebut tampak uang Rp 100 yang didominasi nuansa merah putih. Kemudian ada gambar Jokowi di salah satu sisinya.Link video Instagram: https://www.instagram.com/p/CK_DaKtAfbG/?utm_source=ig_web_copy_link3 dari 3 halamanBI: Uang Baru Rp 75.000 Ribu Tak Ada Hubungan dengan RedenominasiDeputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, mengatakan penerbitan Uang Peringatan Kemerdekaan Rp 75.000 tidak ada hubungannya dengan rencana redenominasi mata uang rupiah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kondisi Perbankan Indonesia Stabil, BI Tetap Waspadai Efek SVBBank Indonesia meyakini dampak penutupan Silicon Valley Bank, Silvergate Bank, dan Signature Bank- tidak berpengaruh besar terhadap kondisi perbankan Indonesia - Halaman 1
Baca lebih lajut »
Peserta BI-FAST Bertambah, Total Wakili 94% Sistem Pembayaran NasionalBank Indonesia (BI) menyebutkan peserta BI-FAST bertambah sebanyak 16 bank dan lembaga nonbank.
Baca lebih lajut »
BI dan Bank Buka Layanan Penukaran Uang Lebaran, Ini Jadwal LengkapnyaAda sejumlah lokasi yang melayani penukaran uang tersebut dengan jadwal penukaran yang berbeda-beda. Simak rinciannya:
Baca lebih lajut »
Perry Warjiyo: Indonesia Jadi Negara Maju pada 2047Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indonesia akan menjadi negara maju pada 2047 mendatang.
Baca lebih lajut »
BI Pastikan Kondisi Perbankan di Indonesia Masih Positif | merdeka.comDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) Bank Indonesia (BI) Firman Mochtar memastikan, kondisi perbankan di Indonesia masih kuat. Hal ini menanggapi tutupnya 3 bank raksasa di Amerika Serikat (AS), yakni Silicon Valley Bank, Silvergate Bank dan Signature Bank.
Baca lebih lajut »
Profil First Republic, Bank yang Disuntik Dana 11 Bank AS Buntut Krisis SVBSimak profil First Republic Bank yang disuntik dana oleh 11 Bank AS buntut krisis Silicon Valley Bank (SVB)
Baca lebih lajut »