Kantor DPP Partai Golkar yang beralamat di Jalan Anggrek Nelimurni XI A, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, dilempar bom molotov oleh orang yang tidak ...
Menurut keterangan saksi empat orang itu menggunakan skuter otomatik Yamaha N-Max warna Hitam dan Honda Vario warna putih. Nomor polisi kedua skuter itu tidak berhasil diketahui.
Saat kejadian itu berlangsung satu orang yang dibonceng Honda Vario langsung melemparkan botol berisi bensin ke Kantor DPP Partai Golkar. Setelah melemparkan botol pelaku langsung putar arah dan kemudian pelaku selanjutnya yang dibonceng sepeda motor N-Max melemparkan botol berisi bensin ke arah saksi dan mengenai pagar kantor DPP Partai Golkar.
Menurut keterangan saksi, pelaku kedua sempat berusaha menyalakan bom molotov-nya. Namun api tidak menyala karena pelaku panik melihat saksi. Keempat pelaku tersebut kemudian langsung melarikan diri ke arah Jalan S Parman, Jakarta Barat. Saat ini petugas masih melakukan olah TKP dan masih menyelidiki kasus itu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Massa Dikabarkan Kepung Kantor DPP Golkar, Ace: Tidak BenarMassa yang berada di kantor DPP Golkar disebut berasal dari AMPG.
Baca lebih lajut »
Kantor DPP Golkar Dilempar Bom Molotov oleh Orang Tak DikenalPolisi menemukan dua botol bekas sirup berisi bahan bakar yang diduga bekas bom molotov di Kantor DPP Golkar, Jalan Palmerah, Jakarta Barat.
Baca lebih lajut »
Kantor DPP Golkar di Jakbar Dilempari Molotov, Pelaku 4 Orang BermotorPelaku diduga berjumlah empat orang. Mereka datang dengan berboncengan dua sepeda motor. BomMolotov KantorDPPGolkar
Baca lebih lajut »
Pro-Bamsoet Sebut Kantor Golkar Dijaga Preman, AMPG Beri PenjelasanKantor DPP Golkar di kawasan Jakarta Barat disebut dijaga preman beratribut AMPG. Waketum AMPG Mustafa Raja memberikan penjelasan. Simak di sini:
Baca lebih lajut »
Megawati Ungkap Alasan Pilih Risma Menjadi Ketua DPP PDI-PKetum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengungkap alasan memilih Tri Rismaharini jadi Ketua DPP PDI-P.
Baca lebih lajut »