Kampanye Tatap Muka Dikurangi, Slot Medsos dan Iklan Diperbanyak

Indonesia Berita Berita

Kampanye Tatap Muka Dikurangi, Slot Medsos dan Iklan Diperbanyak
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 82 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 36%
  • Publisher: 51%

Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, berbagai tahapan...

di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, berbagai tahapan pilkada pun memperhatikanKarena itu, kampanye pada Pilkada Serentak 2020 nanti akan lebih banyak menggunakan media sosial dan juga iklan ketimbang tatap muka.

Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan bahwa pertemuan akbar di tengah pandemi ini sudah tidak memungkinkan, sehingga kampanye yang diperbolehkan adalah kampanye dialogis di ruang tertutup. Dalam PKPU memang sudah diusulkan maksimal 20 orang dan sisanya bisa disambungkan secara virtual ke posko-posko pemenangan.“Tapi 20 orang terlalu sedikit, bisa juga 50-100 selama ada protokol kesehatan, rapat di DPR saja bisa 60%,” kata Saan kepada saat dihubungi, Minggu .

Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR ini menilai, kalau kampanye dialogis hanya berisi maksimal 20 peserta, maka tentu kurang meriah walaupun kampanye itu juga disambungkan ke posko-posko pemenangan. Karena itu, pihaknya akan mengusulkan apakah memungkinkan maksimal diisi 100 peserta dengan menerapkan protokol Covid-19. “100 orang kan masih bisa terkontrol dan masih bisa physical distancing,” imbuh Saan.

Kemudian, dengan pengurangan kampanye tatap muka tentu kampanye medsos, iklan, maupun alat peraga kampanye akan diberi kesempatan yang lebih luas. Hal ini akan dikoordinasikan dengan Bawaslu mengenai kampanye di luar ruang agar paslon punya ruang yang lebih luas. “Aturan sebelumnya kan sangat ketat pembatasannya, nanti karena Covid-19 akan dilonggarkan soal APK, medsos, dan iklan ini,” terangnya.

“Dan itu susah dikontrol, saat ada paslon datang ke rumah-rumah akan menarik perhatian warga. Kita ingin coba bahas lagi soal ini. Kalau PKPU sendiri lebih banyak mengatur soal model kampanye di kondisi pandemi dengan memperbanyak kegiatan di medsos, mengurangi bersinggungan langsung dengan masyarakat,” tandas Saan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Tidak Ada Perkuliahan Secara Tatap Muka Hingga Akhir 2020, Mendikbud: 'Keselamatan Nomor Satu'Tidak Ada Perkuliahan Secara Tatap Muka Hingga Akhir 2020, Mendikbud: 'Keselamatan Nomor Satu'Perkuliahan di Indonesia dipastikan akan berjalan dengan sistem daring atau online, selama tidak ditentukan lain hingga akhir tahun 2020 ini.
Baca lebih lajut »

Anggota DPRD DKI: Sekolah Tempat Rentan Penularan Covid-19 |Republika OnlineAnggota DPRD DKI: Sekolah Tempat Rentan Penularan Covid-19 |Republika OnlineKemendikbud membolehkan sekolah di zona hijau menggelar belajar tatap muka.
Baca lebih lajut »

Pimpinan Komisi X Apresiasi Mendikbud Soal Sekolah di Rumah |Republika OnlinePimpinan Komisi X Apresiasi Mendikbud Soal Sekolah di Rumah |Republika OnlineMendikbud menegaskan hanya sekolah di zona hijau yang bisa belajar tatap muka.
Baca lebih lajut »

Pemkab Banyumas Paling Akhir Buka sekolah |Republika OnlinePemkab Banyumas Paling Akhir Buka sekolah |Republika OnlinePemkab belum bisa menentukan waktu kegiatan belajar mengajar tatap muka dimulai
Baca lebih lajut »

Disdik Jabar Rancang Pergub Tentang KBM di Masa Pandemi |Republika OnlineDisdik Jabar Rancang Pergub Tentang KBM di Masa Pandemi |Republika OnlineBelum ada KBM di tahun ajaran baru ini dengan pola tatap muka.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 09:19:11