Facebook diminta menghapus pidato kebencian.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kampanye global memboikot beriklan di Facebook telah memperoleh dukungan pesat dari sejumlah perusahaan besar. Mereka siap meningkatkan tekanan hingga perusaahan media sosial itu menghapus pidato kebencian di platform-nya. Baca Juga Kampanye bertajuk “Stop Hate for Profit” akan mulai menyerukan perusahaan-perusahaan besar di Eropa bergabung dalam gerakan boikot.
Gonzalez mengungkapkan dia telah menghubungi perusahaan telekomunikasi dan media utama di AS untuk meminta mereka bergabung dalam boikot. Starbucks mengatakan mereka akan menghentikan iklan di semua platform media sosial selagi bekerja dengan organisasi-organisasi hak sipil guna menghentikan penyebaran pidato kebencian.
Stop Hate for Profit telah menyampaikan serangkaian tuntutan kepada Facebook. Mereka meliputi proses moderasi terpisah untuk membantu pengguna yang ditargetkan berdasarkan ras dan pengidentifikasi lainnya. Facebook diminta lebih transparan tentang berapa banyak insiden pidato kebencian yang dilaporkan. Selanjutnya platform media sosial itu dituntut berhenti menghasilkan pendapatan iklan dari konten berbahaya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Iklan Diboikot, Harta Bos Facebook Hilang Rp102,7 TriliunImbas Unilever hingga Honda boikot beriklan di Facebook, posisi Mark Zuckerberg sebagai orang terkaya dunia turun ke nomor empat.
Baca lebih lajut »
Menyusul Boikot di AS, Pemerintah Ikut Pantau Facebook |Republika OnlineFacebook harus memastikan konten yang diunggah pengguna dan iklan jauh dari rasisme.
Baca lebih lajut »
Pangeran Harry-Meghan Markle dukung kampanye boikot iklan FacebookKampanye ini menyerukan kepada semua pebisnis untuk 'berdiri dalam solidaritas dengan nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, dan keadilan Amerika yang paling dipegang teguh dan tidak beriklan di layanan Facebook pada bulan Juli.'
Baca lebih lajut »
Coca-cola dan Unilever Setop Beriklan di Facebook, Mark Zuckerberg Rugi Rp 103 TriliunSelain Coca-cola dan Unilever, perusahaan lain seperti Hershey, The North Face, Verizon turut menghentikan beriklan di platform Facebook.
Baca lebih lajut »
Pejabat Hingga Tokoh Masyarakat Agar Ikut Kampanye Pangan |Republika OnlineRencana diversifikasi pangan lokal harus dimulai dari mengubah mindset publik.
Baca lebih lajut »
Pengamat: Cakada Perlu Pikirkan Inovasi Model Kampanye |Republika OnlineAkan sulit untuk 100 persen bermigrasi dari model kampanye konvensional ke digital.
Baca lebih lajut »