Kalimantan Timur bukan hanya dikenal sebagai provinsi pemilik hutan luas dan penghasil energi, baik batu bara maupun migas, tetapi juga menyimpan kekayaan laut dan pesisir yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kamis, 18 Juni 2026 20:52 WIBAbdul Rahman, petambak di Kampung Pegat Batumbuk, Berau, Kaltim, yang membudidaya udang windu secara ramah lingkungan. Samarinda - Kalimantan Timur bukan hanya dikenal sebagai provinsi pemilik hutan luas dan penghasil energi, baik batu bara maupun migas, tetapi juga menyimpan kekayaan laut dan pesisir yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat .
Di antara berbagai hasil perairan, udang windu muncul sebagai bintang utama yang mampu menembus pasar internasional dan mendatangkan devisa. Data ekspor periode Januari-Mei 2026 menunjukkan betapa pentingnya komoditas ini, sekaligus membuktikan bahwa potensi alam yang dikelola dengan baik dapat mengangkat kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Menurut Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur Irma Listiawati, dalam lima bulan pertama 2026 saja, volume ekspor udang windu mencapai 769,9 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp173,3 miliar. Angka ini menempatkan udang windu sebagai komoditas dominan yang menyumbang lebih dari separuh total nilai ekspor perikanan provinsi. Udang windu menjadi andalan karena kualitasnya yang diakui dunia.
Dagingnya padat, rasa manis alami, dan dipelihara dengan standar kebersihan tinggi, sehingga sangat diminati pembeli dari berbagai negara. Selain udang windu, terdapat empat komoditas lain yang turut memperkuat posisi Kaltim di pasar global, yakni udangtercatat terkirim sebanyak 239,2 ton senilai Rp31,6 miliar, disusul ikan kerapu segar 89,3 ton , ikan bawal putih segar 59,7 ton , serta udang putih 27,7 ton dengan nilai Rp4,7 miliar.
Secara keseluruhan, produk perikanan Kaltim kini didistribusikan ke 12 negara tujuan utama, dengan pasar paling stabil dan besar adalah empat negara; Jepang, Amerika Serikat, China, dan Malaysia. Untuk memastikan produk tiba dalam kondisi segar dan berkualitas, pemerintah daerah bersama pelaku usaha menyediakan jalur distribusi cepat. Salah satu terobosannya adalah layanan penerbangan kargo langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, China, yang dioperasikan dua kali seminggu oleh armada pesawat Rimbun.
Menurut Irma, pengiriman cepat ini sangat penting untuk menjaga mutu produk segar seperti udang, ikan, dan kepiting, sehingga nilai jualnya tetap tinggi saat sampai ke tangan konsumen.
Kalimantan Timur Ekspor Udang Windu Perekonomian Masyarakat Kesejahteraan Rakyat Potensi Alam
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PKT Kembangkan Pupuk Organik untuk Pertanian Berkelanjutan di KalimantanPT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus mengembangkan pupuk organik sebagai solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Melalui program ini, PKT العمل dengan institusi penelitian dan universitas untuk menghasilkan pupuk organik yang sesuai kondisi lokal, sembari memberikan pelatihan kepada petani. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada pupuk impor dan menciptakan sektor pertanian yang berkelanjutan, dengan dukungan anggaran riset dan subsidi pemerintah.
Baca lebih lajut »
Ternyata Ada Badak di Kalimantan, Begini NasibnyaPemerintah evakuasi Badak Pari ke Suaka Badak Kelian untuk menyelamatkan spesies terancam punah.
Baca lebih lajut »
Pengembangan lapangan Sejadi Kalimantan Timur tambah produksi minyakPengembangan lapangan minyak dan gas (migas) lepas pantai Sejadi di wilayah perairan Provinsi Kalimantan Timur, berhasil menambah produksi 1.865 barel minyak ...
Baca lebih lajut »




