Kali Cakung, Warisan Proyek Abad Ke-5 – Bebas Akses

Indonesia Berita Berita

Kali Cakung, Warisan Proyek Abad Ke-5 – Bebas Akses
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 26 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 70%

Kali Cakung kini tampaknya cuma ”bertugas” sebagai pengumpul limbah bagi warga di sekitarnya. Padahal, Kali Cakung diduga merupakan warisan proyek pada abad ke-5 Masehi, di masa Kerajaan Tarumanegara. Metropolitan AdadiKompas JGBimantaraa

Dapur-dapur semiterbuka dengan kepulan asap dari tungku masak juga menjadi corak khas di sepanjang bantaran Kali Cakung. Sejumlah pendatang dengan profesi sebagai pembuat tahu dan tempe berproduksi di sana, kemungkinan juga membuang limbah proses produksi ke dalam kali.

Tulisan berhuruf Wengi dari masa Palawa terpahat pada batu prasasti, menandakan prasasti berasal dari abad kelima. Bahasanya Sanskerta, pada masa itu dikuasai sekurang-kurangnya oleh para pandita Hindu di Jawa Barat. Menurut Heuken, Kali Cakung kemungkinan identik dengan nama Sungai Chandrabhaga tadi. Dari penelusuran di lapangan, bekas titik Prasasti Tugu memang berdekatan dengan Kali Cakung. Kini, prasasti bisa dilihat di Museum Nasional atau terkenal sebagai Museum Gajah, di Jakarta Pusat.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Rengasdengklok untuk pertama kali jadi tempat upacara HUT RIRengasdengklok untuk pertama kali jadi tempat upacara HUT RIPemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, untuk pertama kalinya menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di ...
Baca lebih lajut »

Alasan Warga di Bantaran Perlebar Lahan ke Kali CiliwungAlasan Warga di Bantaran Perlebar Lahan ke Kali CiliwungWarga di bantaran Kali Ciliwung memperlebar lahan rumahnya. Akibatnya, badan sungai pun menyempit. Apa alasan warga perlebar lahan ke badan sungai?
Baca lebih lajut »

Petani Bisa Panen 3 Kali Berkat Program SerasiPetani Bisa Panen 3 Kali Berkat Program SerasiProgram Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) menunjukkan hasil. Terbukti dalam satu tahun petani mampu tiga kali panen dari lahan rawa. Kementan
Baca lebih lajut »

Pertama Kali, Kursus Bahasa Indonesia Hadir di TanzaniaPertama Kali, Kursus Bahasa Indonesia Hadir di TanzaniaKursus ini diharapkan meningkatkan minat para pelajar Tanzania untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia.
Baca lebih lajut »

Pertama Kali, LED Burj Khalifa Tampilkan Bendera Indonesia dalam Peringatan 17 AgustusPertama Kali, LED Burj Khalifa Tampilkan Bendera Indonesia dalam Peringatan 17 AgustusKoordinasi dengan pengelola Burj Khalifa, gedung tertinggi dunia, dilakukan demi peringatan 17 Agustus.
Baca lebih lajut »

Melihat Desa di Papua yang Baru Pertama Kali Rayakan Kemerdekaan HUT RIMelihat Desa di Papua yang Baru Pertama Kali Rayakan Kemerdekaan HUT RIDesa Yongsu Sparai, Distrik Navenirara, Jayapura ini baru pertama kali merayakan HUT Kemerdekaan RI sejak tahun 1945. Desa ini berada di lokasi terpencil. HUTRI YongsuSparai
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 13:06:08