Kemendag menegaskan tidak benar jika Indonesia akan kebanjiran impor ayam dari Brasil
Liputan6.com, Jakarta Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, menegaskan tidak benar jika Indonesia akan kebanjiran impor ayam dari Brasil setelah kalah penyelesaian sengketa DS 484 di Organisasi Perdagangan Dunia .
Sebagai informasi, sengketa ini sudah berjalan sejak 2014 hingga sekarang. Awalnya Brasil berupaya membuka akses pasar produk unggas ke Indonesia, khususnya ayam dan produk ayam. Namun seiring berjalannya waktu, panel sengketa original dan kepatuhan memutuskan bahwa Indonesia masih ada 2 kebijakan yang belum sesuai dengan ketentuan WTO, yaitu intended use, dan undue delay.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Brasil Diproyeksi Hadapi Musim Kemarau yang ParahPada periode Juni sampai September 2021, curah hujan di beberapa negara bagian di Brasil akan sangat jarang sehingga dampaknya cukup luas.
Baca lebih lajut »
Brasil Khawatir Kekeringan Parah Bisa Mengganggu Pasokan ListrikIlmuwan dan badan pemerintah Brasil memperingatkan kekeringan minggu ini saat memasuki musim kemarau yang akan mengganggu sektor energi dan pertanian.
Baca lebih lajut »
Warga Brasil Turun ke Jalan Mengecam BolsonaroDi awal pandemi, Bolsonaro meremehkan penyakit covid-19 dengan menyebutnya sebagai sekadar flu.
Baca lebih lajut »
Warga Brasil Unjuk Rasa Soroti Cara Jair Bolsonaro Tangani Covid-19Popularitas Jair Bolsonaro anjlok selama pandemi Covid-19. Salah satu spanduk protes yang dibawa demonstran dalam unjuk rasa minta dia dimakzulkan.
Baca lebih lajut »
Warga Brasil Gelar Aksi Protes Penanganan Covid-19 |Republika OnlineWarga di 16 kota di Brasil protes terkait penanganan Covid-19 yang tidak jelas.
Baca lebih lajut »
Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Brasil Capai 460 Ribu KasusBrasil memiliki angka kematian akibat covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat, dan beban kasus terbanyak ketiga, setelah Amerika Serikat dan India.
Baca lebih lajut »