Kades Blora Jadi Bapak Asuh Anak Berisiko Stunting, Ganjar Beri Pujian Begini GanjarPranowo
jpnn.com, BLORA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin rapat koordinasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang pada Jumat .
"Menarik sekali tadi soal itu karena perintahnya dari kabupaten, apakah di Blora atau di Rembang, kades-kadesnya ternyata menjadi bapak asuh, itu menarik," ujar Ganjar di Balai Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Menurut mantan anggota DPR RI itu, kepala desa saat ini menjadi garda terdepan dalam membantu pengentasan kemiskinan ekstrem untuk mencapai target angka 0 persen pada 2024 mendatang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tekan Kemiskinan, Kades Blora Jadi Bapak Asuh Anak Berisiko StuntingGanjar Pranowo mendorong para kades untuk mengasuh, memantau dan mendampingi minimal 5 anak dengan resiko stunting tinggi di level desa.
Baca lebih lajut »
Ganjar Puji Penanganan Stunting di Blora & Rembang, Ini AlasannyaGubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan apresiasi terhadap program penanganan kasus stunting di Kabupaten Rembang dan Blora.
Baca lebih lajut »
Tangani Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Ajak Kades Lakukan Hal ini, Waktunya Hanya SemingguGanjar memaparkan, upaya penurunan angka kemiskinan dilakukan secara serius dan menyasar beberapa daerah.
Baca lebih lajut »
Fahri Hamzah Usulkan Gaji Kepala Desa Jadi Rp 15 Juta per Bulan |Republika OnlineWaketum Gelora menentang wacana memperpanjang masa jabatan kades jadi 9 tahun.
Baca lebih lajut »
Jadi Korban PHP, Wanita Ini Bongkar Perselingkuhannya dengan Oknum KadesSeorang wanita berinisial JA (32) terpaksa membongkar perselingkuhannya dengan oknum kepala desa (Kades) Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing...
Baca lebih lajut »
Demo Kades Tuntut Perpanjangan Jabatan 9 Tahun, LHKP Muhammadiyah: Jadi Alat Kekuasaan!Sejumlah kalangan tak setuju perpanjangan masa jabatan kades, salah satunya pengamat LHKP Muhammadiyah, dengan alasan lebih sarat motif politik dan kekuasaan
Baca lebih lajut »